Penarikan Kendaraan Secara Paksa oleh Debt Collector Masih Marak di Yogya

Antara ยท Kamis, 18 Agustus 2022 - 14:07:00 WIB
 Penarikan Kendaraan Secara Paksa oleh Debt Collector Masih Marak di Yogya
Fenomena penagih utang atau debt collector menarik paksa kendaraan masih marak di Yogyakarta. (Foto Ilustrasi : Dok SINDOnews)

YOGYAKARTA, iNews.id - Fenomena penagih utang atau debt collector menarik paksa kendaraan masih marak di Yogyakarta. Hal ini diungkap oleh Lembaga Konsumen Yogyakarta (LKY).

LKY mengaku banyak menerima pengaduan dari konsumen di Yogyakarta terkait kasus penarikan kendaraan secara paksa oleh debt collector.

"Pengaduan kasus pengambilan paksa atau perampasan masih dominan di Yogyakarta. Tahun lalu hampir sama," kata Ketua Lembaga Konsumen Yogyakarta (LKY) Saktyarini Hastuti di Yogyakarta, Kamis (18/8/2022).

Tutik menyebutkan pada 2021 pengaduan mengenai kasus kredit kendaraan bermotor atau leasing yang berujung penarikan paksa tercatat sebanyak 8 kasus dari 29 pengaduan konsumen yang diterima.

Sejak Januari 2022 hingga Juli 2022, LKY kembali menerima tiga pengaduan terkait kasus serupa. "Tidak hanya motor (sepeda motor), ada juga mobil yang ditarik paksa," kata dia.

Dia menyesalkan kasus penarikan paksa kendaraan oleh lembaga pembiayaan masih terjadi di Yogyakarta karena Mahkamah Konstitusi (MK) telah memutuskan bahwa perusahaan kreditur ("leasing") tidak bisa menarik atau mengeksekusi objek seperti kendaraan secara sepihak.

Hal itu diatur dalam putusan MK Nomor 18/PUU-XVII/2019 bahwa kreditur atau kuasanya (debt collector) harus terlebih dahulu meminta permohonan eksekusi kepada pengadilan negeri untuk bisa menarik objek jaminan fidusia.

"Tidak boleh tiba-tiba menarik paksa di jalan raya atau datang ke rumah lalu mengambil kendaraan. Itu sudah perampasan kalau kayak gitu," ujar dia.

Editor : Ainun Najib

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel: