Pengelola Wisata di Mangunan Bantul Akan Kembangkan Destinasi Baru

Antara ยท Rabu, 24 Juni 2020 - 19:00 WIB
Pengelola Wisata di Mangunan Bantul Akan Kembangkan Destinasi Baru
Objek wisata Bukit Mojo di Mangunan disiapkan sebagai new destinasi saat new normal (Foto: Antara/Hery Sidik)

BANTUL, iNews.id - Pengelola objek wisata di Mangunan, Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta akan mengembangkan destinasi baru di kawasan perbukitan tersebut. Langkah ini dalam rangka menyambut new normal di tengah pandemi wabah Covid-19.

Ketua Koperasi Noto Wono Mangunan Purwo Harsono mengatakan, pengelola dan pelaku wisata terus melakukan pembersihan, pembenahan sarana termasuk penataan kawasan agar wisata tetap terurus. Kegiatan itu berlangsung selama tiga bulan saat penutupan karena Covid-19.

"Sejak ditutup Maret itu saya sudah berhitung berkaitan dengan kawasan itu kalau tidak diurus, tidak dikelola pasti terjadi kerusakan, makanya walaupun tidak ada kunjungan tetap harus aktivitas, membersihkan, menambah yang kurang, karena saya ingin saat new normal itu ada new destinasi," katanya, Rabu (24/6/2020).

Dia mengatakan, destinasi baru yang dikembangkan di kawasan Mangunan terdapat di Bukit Mojo. Konsep destinasi yang ditawarkan yaitu pesona pemandangan alam dari atas bukit dan kawasan yang dipenuhi dengan susunan batu sebagai daya tarik baru.

"Nanti begitu objek wisata dibuka di sana total new destinasi, sementara objek wisata yang lain itu mengikuti," kata pria yang akrab disapa Ipung tersebut.

Dia mengatakan, misalnya di objek wisata Hutan Pinus akan dibuat daya tarik rumah keong. Kemudian Bukit Panguk ada kapal, Puncak Becici ada bunga mekar dan cermin kota dengan karya-karya baru dari para pengelola, sehingga banyak hal yang ditawarkan setelah pandemi Covid-19 selesai.

Ipung menuturkan, Dinas Pariwisata DIY sudah melakukan pendampingan kepada pengelola di sejumlah kawasan wisata perbukitan Mangunan. Sehingga pengelola siap menyambut new normal dalam saat membuka objek wisata kembali.

"Dinas Pariwisata DIY menjelaskan protokol kesehatan di empat objek wisata, juga kepada sanggar pedagang terkait perilaku harus bagaimana, alat kelengkapan apa, loket wisata harus bagaimana, parkir harus bagaimana," katanya.


Editor : Nani Suherni