Sri Sultan Dapat Pujian dari KPK karena Cleansing Data Bansos di DIY

Nani Suherni ยท Rabu, 24 Juni 2020 - 16:00 WIB
Sri Sultan Dapat Pujian dari KPK karena Cleansing Data Bansos di DIY
Video conference Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Bowono X dengan KPK, Rabu (24/6/2020). (Foto: Dok Humas Pemda DIY)

YOGYAKARTA, iNews.id - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memuji Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X atas cleansing data pada Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK). Langkah Pemda DIY dinilai mampu menghindari penerima bansos dapat bantuan lebih dari satu program.

Apresiasi tersebut disampaikan KPK dalam video conference guna memperkuat sinergi dan meningkatkan efektifitas dalam pencegahan dan pemberantasan korupsi Indonesia, Rabu (14/6/2020) di Gedhong Pracimasana, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta. Video conference tersebut juga bertujuan untuk mencari masukan dari gubernur-gubernur se-Indonesia terkait dengan penanganan Covid-19.

Usai melakukan video conference, Sekda DIY Kadarmanta Baskara Aji mengungkapkan, ketika cleansing data dilakukan, banyak double nama terkait penyaluran Bansos. Data penerima bansos yang sudah terlanjur periode yang lalu sudah melalui cleansing. Aji berharap tidak ada kesalahan dan salah sasaran.

“Intinya kita sepakat bahwa TKSK harus segera melakukan perbaikan. Untuk perbaikan TKSK, berawal dari desa kabupaten, provinsi, dan pusat itu harus bisa bersama-sama untuk melakukan updating supaya nanti kita pada saat menentukan kemiskinan di daerah situ kita tepat sasaran,” kata Aji, dalam keterangan tertulisnya, Rabu (24/6/2020).

Aji menuturkan, cleansing yang dilakukan Pemda DIY yakni menggunakan aplikasi. Hal ini sudah dipaparkan kepada Kementerian Komunikasi dan Informatika dan Presiden Joko Widodo. Pusat menilai aplikasi ini sangat inovatif sehingga dijadikan contoh Kominfo untuk cleansing data.

Namun Aji mengungkapkan, Pemda DIY tetap menerima masukan, keluhan, serta kritik saran terkait dengan cleansing data tersebut. Selanjutnya, Pemda DIY akan menambah penyaluran bansos kepada sebanyak 4.000 penerima untuk tahap kedua. Jumlah ini didapat berdasarkan hasil cleansing.

“Kita akan melakukan tambahan untuk tahap kedua. Sekitar 4.000an yang nanti akan kami terbitkan. Mudah-mudahan akhir bulan ini sudah bisa dipakai,” ucap Aji.


Editor : Nani Suherni