Pensiunan TNI di Kulonprogo Tusuk Keponakan hingga Tewas

Agregasi Harianjogja ยท Jumat, 31 Juli 2020 - 13:48 WIB
Pensiunan TNI di Kulonprogo Tusuk Keponakan hingga Tewas
Personel Polres Kulonprogo melakukan olah TKP penusukan di Dusun Mendiro, Kalurahan Gulurejo, Kapanewon Lendah, Jumat (31/7/2020). (Foto: Istimewa)

KULONPROGO, iNews.id - Rohmadi (58) seorang pensiunan tentara di Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang didiagnosis mengidap gangguan jiwa tega menusuk keponakannya hingga tewas. Korban, Yuniana (30) dinyatakan meninggal dunia dalam perjalanan menuju rumah sakit.

Aksi penusukan berujung maut itu terjadi di wilayah RT 43, RW 20, Dusun Mendiro, Kalurahan Gulurejo, Kapanewon Lendah, Jumat (31/7/2020) sekitar pukul 05.30 WIB.

"Tempat Kejadian Perkara (TKP) di halaman belakang rumah korban yang juga masih tetanggaan dengan rumah pelaku," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Kulonrprogo, AKP Munarso, Jumat (31/7/2020).

Munarso mengatakan, berdasarkan keterangan sejumlah saksi mata, peristiwa ini terjadi saat Yuniana hendak mematikan lampu di belakang rumahnya. Di saat bersamaan, Rohmadi, yang baru pulang dari warung mendatangi rumah Yuniana.

Pelaku melihat Yuniana sendiri lalu merangkulnya dari belakang. Pelaku kemudian menusukkan pisau belati bergerigi sepanjang 20 cm ke perut sebelah kiri korban.

"Pelaku sempat merangkul korban kemudian menusukkan pisau belati sebanyak satu kali," ucapnya.

Peristiwa ini baru diketahui orang tua dan suami korban sesaat setelah Yuniana terjatuh dan bersimbah darah. Pihak keluarga berupaya menolong dengan membawanya ke rumah sakit. Namun dalam perjalanan, Yuniana dinyatakan meninggal dunia.

"Korban meninggal dunia dalam perjalanan ke Rumah Sakit UII, Bantul," kata Munarso.

Munarso mengatakan, sesaat setelah kejadian, pelaku langsung diamankan personel dari Kepolisian Sektor Lendah kemudian dibawa ke Polres Kulonprogo untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Kepolisian juga tengah memeriksa tiga orang saksi termasuk suami korban.

Terkait motif pelaku sehingga nekat melakukan aksi tersebut, Munarso belum bisa memastikan. Kendati begitu, ada dugaan bahwa pelaku melakukan tindakan keji itu karena terkait dengan masalah kejiwaan yang dialaminya.

"Untuk motif masih kami dalami ya, tapi berdasarkan keterangan keluarga pelaku memang punya riwayat sakit jiwa. Dia (pelaku) ini rutin berobat di Rumah Sakit Jiwa Grhasia Pakem (Sleman) dan Puskesmas Lendah II. Ini nanti jadi bahan pertimbangan kami menentukan langkah hukum selanjutnya," ujar Munarso.


Editor : Nani Suherni