Penuhi Kebutuhan Pegawai, Pemkot Yogya Gunakan Tenaga Teknis

Antara ยท Selasa, 18 Januari 2022 - 21:05:00 WIB
Penuhi Kebutuhan Pegawai, Pemkot Yogya Gunakan Tenaga Teknis
Untuk memenuhi kebutruhan pegawai, Pemkot Yogyakarta akan memanfaatkan tenaga teknis yang masuk dalam kelompok penyedia jasa perorangan. . (Foto Ilustrasi : iNews.id/ Ainun Najib)

YOGYAKARTA, iNews.id - Untuk memenuhi kebutruhan pegawai, Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta  akan memanfaatkan tenaga teknis yang masuk dalam kelompok penyedia jasa perorangan. Saat ini ada sekitar 1.000 pegawai teknis di lingkungan Pemkot Yogya.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Yogyakarta Dedi Budiono mengatakan sejak beberapa tahun terakhir Pemkot Yogyakarta sudah menggunakan penyedia jasa perorangan untuk memenuhi kebutuhan pegawai. 

"Mereka tidak dimasukkan dalam komponen belanja pegawai,” kata Dedi Budiono di Yogyakarta, Selasa (18/1/2022).

Dengan demikian, lanjut Dedi, Pemerintah Kota Yogyakarta tidak melanggar ketentuan dari Peraturan Pemerintah Nomor 49 Tahun 2018 tentang Manajemen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kinerja.

Mengacu pada aturan tersebut, maka tidak akan ada lagi pegawai pemerintah yang berstatus honorer pada 2023 sehingga pegawai pemerintah hanya ada dua, yaitu PNS dan PPPK yang kemudian disebut aparatur sipil negara.

Menurut Dedi, saat ini terdapat sekitar 1.000 tenaga teknis yang bekerja di berbagai organisasi perangkat daerah atau instansi di lingkungan Pemerintah Kota Yogyakarta.

“Keberadaan mereka sangat penting karena rata-rata keterisian pegawai di Pemerintah Kota Yogyakarta hanya sekitar 60 persen sehingga beban kerja setiap pegawai cukup berat,” katanya.

Tanpa tambahan tenaga teknis tersebut, lanjut Dedi, maka dimungkinkan beban kerja pegawai tidak bisa diselesaikan secara optimal.

Kebutuhan tambahan tenaga teknis di lingkungan Pemerintah Kota Yogyakarta merata di seluruh bidang, mulai dari kesehatan, pendidikan, hingga perhubungan.

“Kami akan mendorong agar tenaga teknis ini bisa diterima menjadi PNS atau PPPK karena mereka sudah memiliki bekal keahlian sesuai bidang masing-masing. Saat mengikuti ujian kompetensi, mestinya mereka bisa lebih baik karena memiliki pengalaman bekerja di instansi pemerintah,” katanya.

Editor : Ainun Najib

Halaman : 1 2

Follow Berita iNewsYogya di Google News

Bagikan Artikel: