Perintah Prabowo Ini Selamatkan Nyawa 2 Perwira Kopassus di Papua

Okezone, Fahmi Firdaus ยท Selasa, 15 Februari 2022 - 09:56:00 WIB
 Perintah Prabowo Ini Selamatkan Nyawa 2 Perwira Kopassus di Papua
Prabowo Subianto saat berdinas di Korps Baret Merah Kopassus. (Foto: Istimewa).

JAKARTA, iNews.id – Salah satu legenda hidup di Komando Pasukan Khusus (Kopassus)  adalah Letnan Jenderal (purn) Prabowo Subianto. Perintah Prabowo saat menjabat Danjen Kopassus berhasil menyelamatkan nyawa dua perwira di korps Baret Merah tersebut.

Saat berdinas aktif di militer, Prabowo terlibat berbagai operasi tempur. Termasuk dalam operasi membebaskan peneliti dari Ekspedisi Lorentz 95 yang disandera Organisasi Papua Merdeka (OPM) pimpinan Kelly Kwalik, di desa Mapenduma, Kecamatan Tiom, Jayawijaya.

Komandan Kopassus saat itu dijabat Brigjen Prabowo Subianto yang memimpin langsung operasi tersebut. 

Operasi pembebasan sandera Mapenduma sendiri dimulai tanggal 8 Januari dan berakhir pada 9 Mei 1996. Setelah penyerbuan Kopassus ke markas OPM di Desa Geselama, Mimika.

Dalam peristiwa ini, 2 dari 11 sandera ditemukan tewas. Keduanya adalah Matheis Yosias Lasembu, seorang peneliti ornitologi dan Navy W Th Panekenan, seorang peneliti biologi.

Prabowo yang kini menjabat Menteri Pertahanan ini pernah membagikan pengalamannya saat memimpin operasi itu kepada salah seorang ajudannya, yaitu Rizky Irmansyah.

"Hati hati sama mulut saya. Ya, itu adalah kalimat yang seringkali saya dengar dan sering kali juga terbukti kepada hal-hal yang diucap oleh Pak Prabowo," tulis Rizky dalam akun Instagramnya, @rizky_irmansyah, beberapa waktu lalu.

Saat itu kata Rizky, Ketua Umum Partai Gerindra itu masih berpangkat brigjen dan menjabat Danjen Kopassus.

“Pada saat itu ada dua helikopter yang disiapkan untuk mengangkut prajurit kopassus. Helikopter pertama berisi beberapa personel kopasus yang dua di antaranya adalah Kapten Teguh Arief dan Lettu Rudy Adolf Parengkuan,” ujar Rizky.

Sedangkan di helikopter kedua, ditumpangi Prabowo Subianto beserta pasukan pemukul dari Korps Baret Merah.

“Ketika dua helikopter tersebut sedang bersiap untuk lepas landas. Tiba-tiba Brigjen Prabowo Subianto memanggil dua personel yang ada di Helikopter. Pertama, Kapten Teguh Arief diperintahkan untuk tidak ikut pada heli tersebut dan diminta standby sebagai perwira lapangan, lalu Lettu Rudy Parengkuan diperintahkan untuk ikut di helikopter kedua bersama Danjen Kopasus dan pasukan pemukul,” bebernya.

"Setelah dua helikopter lepas landas, beberapa saat kemudian helikopter pertama jatuh, seluruh penumpang dan pilot tewas,"sambung Rizky.

Editor : Ainun Najib

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel: