Polisi Tetapkan 4 Tersangka Perusakaan saat Demo UU Cipta Kerja, 3 di Bawah Umur

Priyo Setyawan ยท Senin, 30 November 2020 - 19:48:00 WIB
Polisi Tetapkan 4 Tersangka Perusakaan saat Demo UU Cipta Kerja, 3 di Bawah Umur
Petugas menunjukkan tersangka perusakan pos polisi Gardu Anim Jalan Abu Bakar Ali Yogyakarta diMapolresta Yogyakarta, Senin (30/11/2020). (Foto : Dok Humas Polresta Yogyakarta)

YOGYAKARTA, iNews.id - Polisi tetap memproses aksi perusakan saat demo tolak UU Cipta Kerja (Omnibus Law), Kamis (8/10/2020) silam. Empat orang tersangka perusakan Pos Polisi Gardu Anim di Jalan Abu Bakar Ali Yogyakarta, saat aksi tersebut terancam hukuman 2 tahun 8 bulan hingga 12 tahun penjara.

Empat orang itu tiga di antaanya masih di bawah umur, masing-masing A (16) warga Danurejan, Yogyakarta, B (16) warga Kasihan Bantul dan (16) warga Ngampilan, Yogyakarta serta satu orang CF (19) warga Danurejan, Yogyakarta.

“Proses terhadap empat tersangka tersebut sudah lengkap pemeriksaannya. Jaksa juga sudah menyatakan kelengkapan berkas-berkas tersebut,” kata Kabid Humas Polda DIY Kombes Pol Yuliyanto, saat ungkap kasus di Mapolresta Yogyakarta, Senin (30/11/2020).

Yuliyanto mengatakan kasus tersebut berawal, saat tersangka CF, A, B dan C, Kamis (8/10/2020) pukul 13.30 WIB, ikut unjuk rasa di depan DPRD DIY yang menuntut dibatalkannya UU Omnibuslawa Cipta kerja.

Saat aksi unjuk rasa berlangsung ricuh, CF, A, B dan C dari depan kantor DPRD DIY berjalan kearah utara. Sesampainya di depan Pos Polisi Gardu Anim Jalan Abu Bakar Ali (Utara hotel Ina Garuda) Yogyakarta, B dan C melakukan perusakan Pos Polisi Gardu Anim.

“B menendang Pos Polisi berulangkali, C memukul tulisan Polisi dengan besi,” ujarnya.

Saat pengrusakan itu CF membeli portalite satu liter di kios sebarang jalan diikuti oleh A, awalnya portalite ada di dalam botol kaca kemudian dipindahkan oleh CF kedalam dua botol plastik bekas air mineral. Selanjutnya satu botol plastik dibawa oleh CF dan satunya di bawa oleh A, sampai di Pos Polisi Gardu Anim, CF masuk ke pos dan menyiramkan portalite yang dibawanya.

Saat itu, bapak-bapak naik sepeda ontel berhenti dan berteriak “Ojo dibakar, bali-bali wae, nang duwur ono CCTV.” Mendengar terikan tersebut, CF tidak jadi membakar pos Polisi, sedangkan portalite yang dibawa A di siramkan diatas tanaman yang ada dibelakang Pos Polisi.

“Setelah kejadian tersebut saat di patung Andong itu, sekitar pukul 16.30 WIB, CF, A, B dan C diamankan Polisi, berikut barang bukti. Selanjutnya dibawa ke Polresta Yogyakarta guna pengusutan lebih lanjut,” katanya.

CF dan A djerat pasal 187 ke-1 KUHP Jo Pasal 53 ayat (1) Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP dengan ancaman hukuman paling lama 12 tahun dan pasal 170 ayat (1) KUHP Jo Pasal 53 ayat (1) ke-1 KUHP dengan ancaman hukuman 5 tahun 6 bulan.

B dan C dijerat pasal 170 ayat (1) KUHP, dengan ancaman 5 tahun 6 bulan dan pasal 406 ayat (1) KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP, dengan ancamn hukum 2 tahun 8 bulan.

“Berkas perkara keempat tersangka sudah lengkap atau P-21. Untuk pengiriman ke kejaksaan akan dilakukan Kamis (3/12/ 2020)," katanya.

Editor : Ainun Najib