Polres Bantul Ungkap Pelaku Takjil Maut, Tersangka Perempuan Cantik Kerja di Salon

Trisna Purwoko ยท Senin, 03 Mei 2021 - 11:34:00 WIB
Polres Bantul Ungkap Pelaku Takjil Maut, Tersangka Perempuan Cantik Kerja di Salon
Polres bantul merilis kasus takjil maut yang menewaskan Naba Faiz Prasetya (10). (Foto: iNews.id/Trisna Purwoko)

BANTUL, iNews.id – Satreskrim Polres Bantul berhasil mengungkap kasus takjil maut yang menewaskan Naba Faiz Prasetya (10) warga Salakan, Bangunharjo, Sewon, Bantul pada Minggu (25/4/2021) lalu. Pelaku perempuan cantik, NA (25) warga Majalengka, Jawa Barat yang bekerja di sebuah salon yang ada di Yogyakarta. 

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda DIY, Kombes Pol Burkan Rudi Satria mengatakan, pascakejadian petugas dari Polres bantul langsung melakukan penyelidikan. Salah satunya dengan meminta keterangan sejumlah saksi yang berkaitan dengan kejadian ini dan mempelajari dari rekaman CCTV di dekat lokasi.

Dari penyelidikan inilah petugas berhasil mengidentifikasi pelaku adalah NA. Selanjutnya dilakukan pencarian dan berhasil diamankan pada Rabu (30/4/2021). 

“Tersangka ini kami amankan di daerah Piyungan dan selanjutnya dibawa ke Polres Bantul,” kata Burkan dalam rilis di mapolres Bantul, Senin (3/5/2021). 

Atas perbuatannya tersangka akan dijerat dengan Pasal 340 KUHP  tentang Pembunuhan Berencana subsider 338 KUHP tentang Pembunuhan sub Pasal 80 ayat 3 jo Pasal 76c UU RI No 35 tahun 2014 tentang perubahan UU 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Ancaman hukuman bisa berupa hukuman mati atau pidana seumur hidup.  

“Untuk pasal yang diterapkan Pasal 340 KUHP subsider 338 KUHP jo pasal 80 dan 76 UU Perlindungan Anak,” kata Burkan. 

Petugas juga mengamankan barang bukti berupa sepeda motor, helm dan sandal japit dan satu tas plastik berisi dua dos berisi makanan dan sate. 

Kasus ini berawal saat Bandiman ayah dari korban Naba Faiz sedang istirahat di masjid yang ada di Jalan Gayam Yogyakarta. Saat itu pelaku datang dan minta kepada Bandiman yang berprofesi sebagai driver ojek online untuk mengantarkan paket makanan ke Kasihan, Bantul kepada Tomi dengan menyeratakan nomor handphone. Jika ditanya paket makanan ini dari Hamid yang tinggal di Pakualaman.

Berdalih tidak memiliki aplikasi, pelaku melakukan order secara offline dan membayar Rp30.000. Namun sampai di alamat yang dituju, Tomi sedang berada di luar kota. Istrinya yang menerima, menolak paket tersebut karena merasa tidak kenal dengan pengirim dan menyerahkan kepada Bandiman.

Paket makanan ini kemudian dibawa pulang dan disantap bersama keluarganya untuk berbuka. Namun baru beberapa potong disantap anak dan istrinya keracunan dan muntah sehingga tidak sadarkan diri. Mereka kemudian dibawa ke rumah sakit. Namun naba akhirnya meninggal dunia sedangkan istri Bandiman selamat.

Editor : Kuntadi Kuntadi