Polresta Yogyakarta Tangkap Pelaku Pembacokan dan Perampasan Motor, 3 Masih Buron

Kuntadi ยท Senin, 14 September 2020 - 15:04 WIB
Polresta Yogyakarta Tangkap Pelaku Pembacokan dan Perampasan Motor, 3 Masih Buron
Polresta yogyakarta mengungkapsatu pelaku curas dan tiga rekannya buron. (Foto: istimewa)

YOGYAKARTA, iNews.id – Satrekrim Polresta Yogyakarta bersama dengan Polsek Umbulharjo, berhasil mengungkap kasus pencurian dengan kekerasan (curas) yang terjadi pada bulan Juni silam. RSP alias Ringo (22) warga Sosoromenduran, Kecamatan Gedongtengen, Yogyakarta diamankan, sedangkan tiga rekannya kabur ke luar kota.

“Jadi pelaku ini berpindah-pindah tempatnya, untuk menghindari petugas,” kata Kasat Reskrim Polresta Yogyakarta AKP Rico Sanjaya, Senin (14/9/2020).

Aksi pencurian dengan kekerasan ini menimpa Hardi Mardiyansyah pada 2 Juni 2020 di Jalan Babadan, Umbulharjo. Sekitar pukul 04.30 WIB korban bermaksud mencari makan, namun sampai di lokasi kejadian korban dipepet pelaku yang berboncengan motor. Korban yang berusaha balik arah justru bertemu dengan pelaku yang langsung mengayunkan pedang dan mengenahi punggungnya.

Korban kemudian lari dan meminta tolong warga. Sementara empat pelaku kabur membawa motor korban. Dari rekaman CCTV di sekitar lokasi, polisi berhasil mengidentifikasi para pelaku. Hanya saja, mereka berpindah-pindah tempat tinggal yang menyulitkan polisi melakukan penangkapan.

Pelaku ditangkap setelah motor yang dipakai terkena razia polisi. Petugas yang mengembangkan kasus ini akhirnya mengamankan pelaku RSP di rumah kontrakan di Yogyakarta.

“Tiga temannya sudah kabur ke Lampung dan Tangerang. Mereka ditetapkan sebagai buronan,” katanya.

Selain mengamankan pelaku, petugas juga menyita motor, helm dan jaket, serta pisau yang dipakai untuk membacok korban. Sedangkan motor matic milik korban bisa ditemukan mesinnya. Pascadicuri, motor tersebut dipreteli dan dijual terpisah kepada para penadahnya di Bantul dan Sleman.

“Dari kasus ini kita kembangkan, dan penadah juga sudah kabur ke Sukoharjo,” katanya.

Perangkat motor ini dijual seharga Rp2 juta. Uangnya dibagi empat oleh para pelaku untuk makan dan memenuhi kebutuhan.

Sementara pelaku RSP mengakui telah melakukan aksi pencurian dan penganiayaan dengan senjata tajam. Dia melakukan bersama teman-temannya yang semuanya kabur ke luar kota. Sebelumnya, RSP juga pernah menjadi narapidana dalam kasus serupa.

“Ini kedua kali, caranya sama dengan senjata,” katanya.

Pelaku akan dijerat dengan Pasal 365 KUHP tentang Pencurian dengan Kekerasan. Ancaman hukumannya maksimal sembilan tahun penjara.


Editor : Kuntadi Kuntadi