Pusat Studi Pariwisata UGM Optimistis Wisata DIY Bangkit dari Keterpurukan Covid-19

Kuntadi ยท Kamis, 06 Agustus 2020 - 22:45 WIB
Pusat Studi Pariwisata UGM Optimistis Wisata DIY Bangkit dari Keterpurukan Covid-19
Kawasan Malioboro yang menjadi ikon pariwisata di Kota Yogyakarta diyakini akan kembali ramai dikunjungi wisatawan pada masa new normal Covid-19. (ilustrasi)

YOGYAKARTA, iNews.id – Pusat Studi Pariwisata Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta yakin pariwisata di DIY akan bangkit dari keterpurukan akibat dampak Covid-19. Kuncinya semua elemen solid dan melakukan kerja sama dalam menyelesaikan permasalahan yang kini dihadapi.

“Saya memiliki optimisme pariwisata di Yogyakarta akan bangkit. Kita harus sabar, bekerja sama dengan guyub untuk menyelesaikan masalah secara solid dan kompak,” kata Kepala Pusat Studi Pariwisata UGM Janianton Damanik dalam Webinar Leader Talk iNews: Strategi Bangkitkan Wisata Yogyakarta di Tengah Pandemi Covid-19, Kamis (6/8/2020).

Covid-19 menuntut semua pelaku wisata bisa cepat merespons perubahan dan resistensi yang ada. Semuanya harus mampu beradaptasi. Point penting pariwisata saat ini bagaimana mengedepankan kualitas.

“Pariwisata itu mahal, dan orang itu mencari yang berkualitas. Kita banyak pengalaman untuk memenuhi persyaratan itu,” katanya.

Janianton mengatakan, ekonomi Yogyakarta salah satunya bertumpu pada sektor wisata. Pemerintah perlu memberikan edukasi kepada masyarakat dan pelaku wisata dalam penerapan protokol kesehatan Covid-19. Hal ini sangat penting agar produksi wisata bisa bangkit kembali.

Saat ini, daya tarik wisata bukan lagi pada variasi pariwisata yang ditawarkan. Namun sudah bergeser, seberapa kuat pasar terhadap produk yang ditawarkan.

“Saat ini Health is King. Tinggal bagaimana meyakinkan wisatawan dengan keunggulan kesehatan,” katanya.

Sementara itu Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY, Deddy Pranowo Eryono mengatakan konsep Jogja Wajar Anyar Plesiran harus disepakati bersama. Jangan sampai ada klaster baru dari industri wisata. Hal ini menjadi beban berat yang harus didukung seluruh bisnis wisata, termasuk pemerintah dan media.

“Yogyakarta itu istimewa yang selalu nyaman, berbudaya dan sehat. Kita telah melakukan upaya satu sama lain untuk melaksanakan protokol kesehatan,” kata Deddy.


Editor : Kuntadi Kuntadi