Ribuan Buku Nikah yang Dicuri di Yogyakarta Diduga untuk Kawin Kontrak

iNews.id · Senin, 08 November 2021 - 12:51:00 WIB
 Ribuan Buku Nikah yang Dicuri di Yogyakarta Diduga untuk Kawin Kontrak
Ribuan buku nikah yang dicuri di Yogyakarta dan Jambi diduga untuk diperjualbelikan ke penyedia jasa kawin kontrak. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNews.id - Ribuan buku nikah dicuri di beberapa kantor urusan agama (KUA) belum lama ini. Ribuan buku nikah ini diduga akan digunakan untuk kawin kontrak.

 Berdasarkan penelusuran Kementerian Agama (Kemenag), buku nikah yang hilang dicuri itu terjadi di beberapa KUA di DIY dan Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi. 

Direktur Bina KUA dan Keluarga Sakinah Kemenag Muhammad Adib mengatakan, Kemenag akan mendata nomor perforasi Buku Nikah yang dicuri tersebut untuk mencegah penyalahgunaan oleh pihak tak bertanggung jawab. 

Muhammad Adib mengatakan telah meminta KUA di DIY dan Bungo, Provinsi Jambi untuk melaporkan jumlah dan nomor perforasi buku nikah yang dicuri kepada kepolisian dan Ditjen Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag. 

“Laporkan ke polisi. Lalu, catat berapa buku nikah yang hilang berikut nomor perforasinya. Kemudian laporkan ke Direktorat Bina KUA dan Keluarga Sakinah Ditjen Bimas Islam. Setelah kami proses, buku nikah yang hilang itu dinyatakan sudah tidak berlaku,” kata Adib dikutip dari situs resmi Kemenag, kemenag.go.id di Jakarta, Jumat (5/11/2021). 

Muhammad Adib menyatakan, salah satu motif utama pencurian buku nikah diduga untuk diperjualbelikan ke penyedia jasa kawin kontrak.  Maka penting untuk melaporkan jumlah kehilangan dan nomor perforasi buku nikah ke Kementerian Agama.

"Langkah tersebut diambil sebagai upaya memproses buku nikah yang dicuri untuk kemudian dinyatakan tidak sah atau tidak berlaku,” ujar pria yang akrab disapa Gus Adib ini. 

Nomor perforasi buku nikah ini, tutur Direktur Bina KUA dan Keluarga Sakinah Kemenag, berguna sebagai salah satu pengaman untuk menghindari pemalsuan. Sepasang buku nikah yang asli tidak akan memiliki angka sama dengan buku nikah pasangan lain. 

"Angka ini mempunyai dua buah kode huruf sebelumnya sebagai salah satu tanda dan kode. Kemudian dengan sembilan digit angka," tutur Direktur Bina KUA dan Keluarga Sakinah Kemenag. 

Gus Adib mengatakan, pemalsuan atau pencurian buku nikah selalu terjadi. Seperti halnya uang. Serumit apa pun pengaman yang dibuat, modus pemalsuan selalu ada. Karena itu, yang tak kalah penting adalah mengetahui bagaimana cara cepat mendeteksi otentisitas dokumen tersebut. 

Terkait buku nikah yang dicuri, ucap Gus Adib, perlu diwaspadai pemanfaatan buku curian tersebut untuk tujuan-tujuan pemalsuan data nikah oleh pihak yang tidak berwenang. Untuk mengetahui secara cepat buku aspal (asli tapi palsu) itu, dapat melacaknya melalui barcode yang tertera di buku yang langsung terhubung ke database SIMKAH.

Editor : Ainun Najib

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel: