Sejarah Kelenteng Gondomanan Yogyakarta, Dibangun di Atas Tanah Pemberian Sultan

Ainun Najib ยท Senin, 05 September 2022 - 16:39:00 WIB
 Sejarah Kelenteng Gondomanan Yogyakarta, Dibangun di Atas Tanah Pemberian Sultan
Kelenteng Gondomanan berada di Jalan Brigjen Katamso No 3, Prawirodirjan, Gondomanan, Kota Yogyakarta. (Foto : Ist)

YOGYAKARTA, iNews.id - Sejarah Kelenteng Gondomanan Yogyakarta menarik untuk diikuti. Kelenteng Fuk Ling Miau atau yang juga dikenal dengan nama Kelenteng Gondomanan didirikan pada 1846 oleh masyarakat China yang tinggal di Yogyakarta.

Kelenteng ini dibangun pada 1900 ini dibangun di atas tanah pemberian Sri Sultan Hamengku Buwono VII. Keraton Yogyakarta menghibahkan tanahnya untuk tempat beribadah masyarakat Tionghoa saat itu.

Kelenteng Gondomanan ini menjadi simbol toleransi beragama di Kota Yogyakarta. 

Bangunan fisik Kelenteng Gondomanan merupakan kombinasi arsitektur Cina-Jawa. Nuansa Cina dapat dilihat dari tulisan, patung dewa, hingga gambaran alam Cina. 

Sedangkan nuansa Jawa terletak pada bagian atap sumur langit. Kekhasan kelenteng Gondomanan sendiri terdapat pada keberadaan sepasang naga langit menghadap mutiara api serta cat warna merah kuning simbol keharmonisan.

Dua patung naga itu bertengger di bubungan atapnya. Kedua patung naga itu saling berhadapan. Dua naga itu masing-masing berpose membuka mulut sambil mengangkat ekor tegak lurus ke atas sambil menatap tajam pada mutiara api yang berada di tengah keduanya. 

Nama Fuk Ling Miau berasal dari tiga suku kata yaitu 'Miau' berarti kelenteng, 'Fuk'  maknanya berkah, dan 'Ling' artinya tak terhingga. Jadi 'Fuk Ling Miau' dapat dimaknai sebuah kelenteng penuh berkah yang tak terhingga. 

Uniknya kelenteng yang berada Jalan Brigjen Katamso No 3, Prawirodirjan, Gondomanan, Kota Yogyakarta terbagi menjadi dua tempat peribadatan. Pertama, Vihara Budha Prabha pada bagian belakang untuk umat Budha. Sedangakan bagian depan terdapat kelenteng Gondomanan untuk umat Kong hu Cu.

Editor : Ainun Najib

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel: