Simpan Pistol Rakitan, Keamanan Kafe di Bantul Ditangkap Polisi

Trisna Purwoko · Jumat, 01 Oktober 2021 - 22:00:00 WIB
Simpan Pistol Rakitan, Keamanan Kafe di Bantul Ditangkap Polisi
Polisi menunjukkan pistol rakitan berikut peluru sebagai barang bukti. (Foto: iNews.id/Trisna Purwoko)

BANTUL, iNews.id – Seorang petugas keamanan di sebuah kafe di Pantai Parangkusumo, Bantul FR (31) ditangkap polisi karena memiliki senjata api rakitan. Pelaku ditangkap ketika hendak menjemput rekan perempuan yang melaporkan adanya peredaran obat-obatan terlarang di Polsek Kretek.

Kapolres Bantul AKBP Ihsan mengatakan, penangkapan terhadap tersangka dilakukan pada Rabu (8/9/2021) malam. Saat itu ada seorang perempuan yang melaporkan jika diberi pil Trihexyphenidyl oleh temannya. Saat itulah FR datang untuk menjemput perempuan yang hendak melapor ini. 

Polisi yang curiga kemudian melakukan pemeriksaan terhadap FN yang diduga mengedarkan narkoba. Namun saat dilakukan pengeledahan di mobilnya petugas justru menemukan sebuat pistol rakitan jenis revolver warga hitam.

“Saat digeledah ditemukan pistol rakitan dan peluru yang disembunyikan pada boneka dan dashboard mobilnya,” kata Kapolres Bantul, Jumat (1/10/2021). 

FR merupakan warga Pagedongan, Banjarnegara, Jawa Tengah yang tnggal di Parangkusumo, Bantul. Polisi menemukan enam butir peluru warna kuning emas, sembilan butir peluru tajam dan 18 butir peluru hampa,  

“Pengakuannya pistol ini belum pernah dipakai, dan hanya untuk berjaga-jaga,” katanya.

Pistol ini dibeli FR di Banjarnegara secara illegal dengan harga Rp3,5 juta. Pembeliannya dengan sistem paket berikut pelurunya. Atas perbuatannya, FR dijerat Pasal 1 ayat 1 Undang-undang Darurat RI No12 tahun 1951, dengan ancaman maksimal berupa hukuman mati atau hukuman penjara seumur hidup atau hukuman penjara sementara maksimal 20 tahun.

Sementara itu, FR mengaku memiliki pistol ini sejak 2020 lalu. Dia membeli melalui media sosial di Banjarnegara, untuk berjaga-jaga mendukung pekerjaannya sebagai keamanan kafe.

“Belum pernah saya pakai, saya kerja sudah delapan bulan,” katanya. 

Editor : Kuntadi Kuntadi

Bagikan Artikel: