Tingkatkan Produksi, UGM Kembangkan Varietas Baru Kedelai Hitam Malika

Priyo Setyawan · Senin, 16 Mei 2022 - 10:00:00 WIB
Tingkatkan Produksi, UGM Kembangkan Varietas Baru Kedelai Hitam Malika
Tim Fakultas Pertanian UGM di lahan penelitian kedelai hitam Malika Padukuhan Gulon, Srihardono, Pundong, Bantul, DIY, Minggu (15/5/2022). (Foto: dok Humas UGM)

YOGYAKARTA, iNews.id - Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM) mengembangkan varietas baru kedelai hitam jenis Malika. Penelitian sudah dilakukan selama dua tahun di lahan pertanian Gulon, Srihardono, Pundong, Bantul. 
 
Ketua tim kedelai Fakultas Pertanian UGM, Tri Harjoko mengatakan, timnya sudah dua kali melakukan pemurnian kedelai Malika menggunakan DNA. Hasilnya didapatkan varian bari dengan potensi yang lebih baik.  

Riset pemurnian dilakukan dengan mengambil satu biji dari setiap tanaman kedelai Malika saat panen, kemudian ditanam kembali. Setelah tiga kali panen dan tiga kali tanam mendapatkan potensi produksi yang lebih baik dibanding dengan kedelai Malika.  

Umumnya kedelai Mallika dapat 200-300 polong per tanaman. Namun dari riset kita dapat 600 hingga 1.200 polong untuk satu tanaman. Artinya satu biji bisa menghasilkan 1.200 polong atau 2.000 biji saat panen.

“Riset pemurnian kedelai Mallika ini baru pada tahap uji adaptasi dan ujian potensi pada musim penghujan dan kemarau dengan menghasilkan rata-rata produksi 5-6 ton per hektare,” kata Tri Harjoko dalam keterangan tertulisnya, Senin (16/5/2022).

Potensi produksi ini melampaui kemampuan kedelai hitam sebelumnya yang hanya mampu menghasilkan 2,7 ton per hektare. Selama ini rata-rata produksi kedelai nasional hanya 1,3 hingga 1,7 ton per hektar. Keunggulan lainnya, baik ditanam di musim penghujan maupun kemarau dengan hasil produksi tidak ada perbedaan.
 
“Potensinya bisa tiga kali lipat dari nasional. Kita hanya butuh konsistensi dengan varietas unggul dari sisi produksi,” ujarnya.

Editor : Kuntadi Kuntadi

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel: