TMMD Reguler di Bantul, TNI dan Warga Kumpulkan Batu untuk Bangun Jembatan

Trisna Purwoko ยท Rabu, 01 Juli 2020 - 12:45 WIB
TMMD Reguler di Bantul, TNI dan Warga Kumpulkan Batu untuk Bangun Jembatan
Sejumlah anggota TNI membangun jembatan dalam TMMD Reguler di Kabupaten Bantul. Foto Trisna Purwoko/iNews.id

BANTUL, iNews.id – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-108 di Kabupaten Bantul membangun jembatan penghubung Dusun Pangkah dan Dusun Turi di Desa Turi, Kecamatan Jetis. Proses pembangunan dilakukan secara gotong royong oleh anggota TNI bersama polisi dan warga masyarakat.

Komandan Koramil Jetis, Bantul, Kapten Chb Rejamulya mengatakan program TMMD merupakan sinergitas TNI dan masyarakat untuk mempercepat pembangunan di daerah. Salah satunya program fisik dengan melakukan pembangunan secara gotong royong.

Jembatan ini, dibangun untuk menggantikan jembatan lama yang rusak akibat gempa 2006 dan terjangan banjir pada 2019 lalu. Struktur jembatan sudah rapuh dan membahayakan sehingga harus diperbaiki. Hal inilah yang menjadi dasar, untuk segera melakukan perbaikan.

“Jembatan ini juga cukup vital untuk menghubungkan dua dusun,” katanya.

Pembukaan TMMD ini, dibuka mulai Selasa (30/6/2020) kemarin. Namun proses pembersihan lokasi sudah dilaksanakan sejak 2 Juni lalu. Setiap hari TNI satu satuan setingkat kompi (SSK) dikerahkan untuk melakukan pembangunan. Mereka berasal dari berbagai kesatuan, seperti Batalyon 403, Kavaleri, Zipur dan dari Kodim.

Selama proses pembangunan ratusan TNI bersama polisi dan masyarakat turun ke Sungai Bulus. Mereka bahu-membahu, mengumpulkan batu yang ada di dasar sungai untuk dijadikan isian talud penyangga jembatan.

“Kita lakukan dengan gotong royong bersama masyarakat untuk membangun jembatan ini,” kata Rejamulya, Rabu (1/7/2020).

Selain pembangunan jembatan, program fisik juga dilakukan dengan membangun lima unit rumah tidak layak huni (RTLH) serta renovasi dua masjid. Fokus pembangunan dititikberatkan pada pembangunan jembatan cor beton sepanjang 12 meter dan lebar 3 meter.

“Target kita akhir Juli jembatan ini sudah bisa dilalui,” kata Rejamulya.

Sementara itu, Dukuh Pangkah, Bambang Harsono mengatakan selama proses pembangunan warga siap mendukung kegiatan yang ada. Jembatan ini merupakan akses utama menuju ke sekolah dan pasar.

“Kita sangat berterima kasih ini dibangun, karena jembatan ini sangat penting,” katanya.


Editor : Kuntadi Kuntadi