Tradisi Malam 1 Suro di Yogyakarta, Mubeng Beteng Paling Terkenal

erfan erlin · Kamis, 28 Juli 2022 - 21:45:00 WIB
Tradisi Malam 1 Suro di Yogyakarta, Mubeng Beteng Paling Terkenal
Abdi Dalem Keraton Yogyakarta melakukan ritual. (foto: antara)

Sedangkan Mlaku atau berjalan dilakukan pada malam 1 Suro. Di Kota Yogyakarta biasanya dilakukan secara berjamaah, yaitu Mubeng Beteng (berjalan mengelilingi Keraton).

"Di mana biasanya topo (bertapa) mlaku (berjalan) mubeng (mengitari) beteng," katanya.

Sedangkan Melek yaitu mencegah tidur sesuai dengan kemampuannya. Terkadang laku prihatin ini dibingkai senang-senang, dengan menggelar Sholawatan Jowo, Kenduri dan juga wayangan. Tradisi wayangan diambil filosofinya adalah melek (tidak tidur), kalau mubeng beteng yang diambil adalah berjalan.     

Ketiga tradisi menyambut malam 1 Suro sudah dilakukan sejak jaman dahulu. Tradisi Mubeng Beteng Keraton Ngayogyakarto Hadiningrat dilaksanakan sejak zaman Sri Sultan HB I.   

"Mungkin sebelumnya ada yang mubeng wilayah mereka masing-masing," ungkapnya.

Sigit menyebut, tradisi Mubeng Beteng sejatinya bukan hajatan dari Keraton Ngayogyakarto Hadiningrat, namun hajatan kawulo dalem. Artinya, hajatan dari masyarakat yang memiliki keinginan agar negara Ngayogyakarto Hadiningrat menjadi negara yang Ayem Tentrem Gemah Ripah Loh Jinawi. 

“Kenapa zaman Sri Sultan HB I masyarakat melakukan ritual mubeng beteng, karena di sana merupakan pusat pemerintahan di mana tubuh Yogyakarta atau jantungnya Yogyakarta ada di sana,” katanya.

Editor : Kuntadi Kuntadi

Halaman : 1 2 3

Follow Berita iNewsYogya di Google News

Bagikan Artikel: