Truk Tabrak Warung Angkringan di Gunungkidul, 1 Meninggal dan 4 Luka-luka

Kismaya Wibowo ยท Minggu, 18 Oktober 2020 - 19:30 WIB
Truk Tabrak Warung Angkringan di Gunungkidul, 1 Meninggal dan 4 Luka-luka
Sebuah truk menabrak angkringan dan masuk ke jurangs edalam 10 meter di Gunungkidul. (Foto: istimewa)

GUNUNGKIDUL, iNews.idKecelakaan maut terjadi di Pedukuhan Bundelan, Desa Tancep, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Gunungkidul Sabtu (17/10/2020) malam. Sebuah truk yang remnya blong menabrak motor dan warung angkringan, yang mengakibatkan seorang pembeli meninggal dunia. Empat korban lainnya mengalami luka serius.

Korban meninggal dunia, Supardi (65) warga setempat yang merupakan pembeli di warung angkringan. Sedangkan pemilik angkringan Suprayitno (46) dan anaknya yang berusia lima tahun selamat meski terluka. Begitu juga dengan pengemudi dan kernet truk.

“Rem truk ini blong sehingga tidak bisa dikendalikan saat jalanan menurun,” kata Kanit Lakalantas Polres Gunungkidul Iptu Sony Juniawan, Minggu (18/10/2020).
Kecelakaan ini bermula saat truk dengan nopol DK 8631 B yang dikemudikan Suherman warga Jember, Jawa Timur meluncur dari Wonosari tujuan Bayat, Klaten. Truk ini membawa muatan berupa pupuk kandang. Saat di jalanan yang menurun, mendadak remnya blong. Pengemudi tidak mampu menguasai laju kendaraan hingga menabrak sepeda motor yang parkir dengan Nopol B 3837 QN.

Truk ini terus meluncur dan menabrak warung angkringan yang didalamnya ada pedagang dan anaknya serta satu pembeli. Truk baru berhenti setelah terjun ke jurang sedalam 10 meter. Warga yang mendengar kecelakaan ini langsung menolong korban dan mengevakuasi ke Rumah Sakit Islam Klaten.

“Korban meninggalnya di rumah sakit, sedangkan empat lainnya masih dirawat,” katanya.

Pengemudi truk Suherman mengalami luka kecet pada tangan dan kepala. Sedangkan kernetnya patah tulang belakang. Sedangkan pedagang angkringan mengalami luka lecet-lecet dan anaknya patah tulang tangan.

“Lokasi memang berbahaya karena berupa tanjakan dan turunan yang curam,” katanya.


Editor : Kuntadi Kuntadi