Viral Kabar 67 Karyawan Swalayan Positif Corona, Pemkab Sleman: Hoaks

Nani Suherni ยท Rabu, 06 Mei 2020 - 10:05:00 WIB
Viral Kabar 67 Karyawan Swalayan Positif Corona, Pemkab Sleman: Hoaks
Ilustrasi hoaks. (Foto: Istimewa)

SLEMAN, iNews.id - Beredar kabar 67 karyawan salah satu swalayan di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) positif Covid-19. Isu itu langsung dibantah Pemerintah Kabupaten Sleman.

Dalam akun resmi Twitternya, Pemkab Sleman menjelaskan awal mula kejadian. Dijelaskan, hanya satu karyawan yang dinyatakan postitif.

"Tidak benar bahwa 67 karyawan hipermarket tersebut positif Covid-19. Yang benar bahwa berdasarkan hasil uji swab Polymerase Chain Reaction (PCR), terdapat satu kasus konfirmasi (positif) Covid-19 yang merupakan karyawan," tulis Pemkab Sleman dalam akun Twitternya.

Disebutkan juga setelah mengetahui satu karyawan positif Covid-19, Pemkab Sleman melalui Dinkes Sleman segera melakukan Rapid Diagnostic Test (RDT) terhadap 10 orang kontak erat. Hasilnya lima orang di antaranya reaktif. Penelusuran (tracing) selanjutnya dilakukan kepada 94 orang pegawai, hasilnya 22 orang di antaranya reaktif.

"Sampai dengan informasi ini dipublikasikan, Dinkes Sleman masih melakukan RDT terhadap 196 orang pegawai lainnya," ucapnya.

Sesuai prosedur, hasil RDT reaktif perlu ditindaklanjuti dengan uji swab PCR. Hingga kini Pemkab Sleman belum mempublikasikan karena belum ada hasil uji tersebut. Kemudian, bagi karyawan yang hasil RDT-nya non reaktif, diwajibkan untuk melakukam karantina mandiri dan melakukan RDT ulang setelah 7-10 hari semenjak RDT pertama.

"Pemkab Sleman telah mengambil langkah kebijakan Penutupan Sementara Operasional pelayanan swalayan besar tersebut. Hal ini tertuang pada surat Bupati Sleman No. 443/01152 tanggal 5 Mei 2020, yang bersifat amat segera.," katanya.

Selanjutnya, Gugus Tugas Covid-19 Sleman akan melakukan RDT tehadap karyawan yang belum menjalani, melakukan penyemprotan disinfektan di lingkungan swalayan. Opersional swalayan juga ditutup dari 5 Mei 2020 hingga diperoleh hasil uji PCR terhadap para karyawan yang RDT-nya reaktif.

Editor : Nani Suherni