Wabup Gunungkidul: Penanganan Kemiskinan dan Stunting Harus Libatkan Semua Pihak

Ainun Najib ยท Selasa, 30 November 2021 - 10:06:00 WIB
 Wabup Gunungkidul: Penanganan Kemiskinan dan Stunting Harus Libatkan Semua Pihak
Anggota Komisi IX DPR, H Sukamto memberikan doorprize kepada peserta sosialisasi yang digelar BKKBN bekerjasama dengan DPR RI di Balai Desa Kepek, Wonosari, Gunungkidul. (Foto : Istimewa)

GUNUNGKIDUL, iNews,id - Angka kemiskinan di Kabupaten Gunungkidul masih tinggi. Kondisi ini berbanding lurus dengan anak stunting (anak kerdil), di kabupaten terluas di wilayah DIY ini.

Wakil Bupati Gunungkidul Heri Susanto mengatakan, angka kemiskinan di Gunungkidul mencapai 17,07 persen atau jika didasarkan pada by name by adress sebanyak 127,610 orang yang masuk kategori miskin. 

Hal yang sama juga terjadi pada pengangguran yang mencapai 2,16 persen atau 8.591 orang. Sementara untuk rumah layak huni sebanyak 21.628 yang tersebar di 144 desa dan 1416 dusun.

"Angka ini cukup tinggi mudah-mudahan sinergitas antar dan inter komponen pemerintahan bisa mengatasi hal ini, " kata Heri Susanto saat memberikan sambutan di acara Penguatan Peran Serta Mitra Kerja dan Stakeholder dalam Implementasi Kegiatan Prioritas Pembangunan melalui Sosialisasi Stunting di Balai kelurahan Kepek, Wonosari, Senin (29/11/2021),

Terkait stunting, Heri berharap ada pemetaan dan data yang komplit sehingga pemda bisa bersinergi dengan berbagai pihak agar penangananya bisa cepat. "Lurah dan Bamuskal koordinasikan dan komunikasikan agar kebijakan terarah dan terukur sehingga sinergi kebijakan bisa tepat sasaran. Penurunan stunting akan lebih muda jika didasarkan data," ujarnya.

Heri juga berharap program pemerintah daerah bisa komperhensif dan berkesinambangunan.termasuk bekerjasama dengan semua pihak. "Termasuk dengan pemerintah pusat dan BKKBN," ujarnya.

Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) DIY Shodiqin mengatakan BKKBN tak bisa sendiri mengatasi stunting. Butuh kerjasama dengan semua pihak dan lintas sektoral. Kegiatan yang dilaksanakan di Kepek ini merupakan bentuk kerjsama dengan Pemda Gunungkidul dan Komisi IX DPR RI. 

Di hadapan puluhan ibu-ibu kesehatan yang hadir di Balai Desa Kepek, Shodiqin memberikan tips 4T untuk menghindari stunting. Yang pertama adalah jangan terlalu muda hamil, terlalutua hamil, terlalu sering dan terlalu banyak hamil.

"Jarak yang paling bagus tiga tahun baru punyak anak lagi, jangan juga terlalu banyak hamil, dua anak lebih sehat," ujarnya. 

Sementara itu anggota Komisi IX DPR RI, H Sukamto mengatakan mengatasi stunting tidak mudah yang dikatakan. Penyebab anak menjadi stunting sangat banyak. Salah satunya adalah kurang gizi.

Editor : Ainun Najib

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel: