Waspadai Hepatitis Akut, Jika Alami Gejala Ini Segera ke Fasyankes Terdekat

Antara ยท Jumat, 13 Mei 2022 - 21:26:00 WIB
 Waspadai Hepatitis Akut, Jika Alami Gejala Ini Segera ke Fasyankes Terdekat
Kota Yogyakarta gencar melakukan sosialisasi terhadap potensi penularan hepatitis akut misterius. (Foto Ilustrasi : Ist)

YOGYAKARTA, iNews.id- Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta gencar melakukan sosialisasi terhadap potensi penularan hepatitis akut misterius. Jika ada warga mengalami gejala yang patut diduga sebagai hepatitis, Dinkes meminta segera ke fasilitas pelayanan kesehatan (Fasyankes). 

Kepala Seksi Pencegahan Pengendalian Penyakit Menular dan Imunisasi Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta Endang Sri Rahayu mengatakan gejala awal terpapar hepatitis akut misterius yang saat ini menyerang anak-anak hampir sama seperti gejala hepatitis jenis lain. Yaitu demam disertai mual, muntah, kembung, dan perubahan warna tubuh menjadi kuning jika sudah parah.

"Saat mengalami gejala awal, harus segera ditangani di puskesmas dan apabila tidak membaik maka akan dirujuk ke rumah sakit. Jika sudah muncul warna kuning, maka segera saja ke rumah sakit. Kecepatan penanganan menjadi penting," katanya Jumat (13/5/2022).

Endang mengatakan, karena gejala awal yang ditunjukkan hampir sama seperti infeksi penyakit lain yang disebabkan virus. Hal itu membuat masyarakat dimungkinkan tidak waspada sehingga menganggapnya sebagai penyakit biasa yang akan segera sembuh.

"Munculnya penyakit hepatitis akut misterius tidak boleh dianggap enteng. Masyarakat tetap harus waspada tetapi tidak panik," katanya.

Sebelum muncul penyakit hepatitis akut, kata Endang, sejumlah upaya telah dilakukan pemerintah untuk pencegahan di antaranya memberikan imunisasi hepatitis, khususnya hepatitis B yang dapat diakses secara gratis.

"Memang belum ada vaksin untuk hepatitis akut. Tetapi setidaknya dengan imunisasi hepatitis bisa menumbuhkan kekebalan tubuh terhadap virus," katanya.

Imunisasi hepatitis diberikan ketika bayi dilahirkan dan diulang pada usia dua bulan, tiga bulan, empat bulan, dan booster pada usia 18 bulan.

Pandemi Covid-19 yang berlangsung selama dua tahun terakhir, turut menurunkan cakupan vaksinasi di Kota Yogyakarta karena belum mencapai target yang ditetapkan Pemerintah DIY. Cakupan vaksinasi sekitar 90-91 persen atau belum sesuai target 95 persen di DIY.

Bagi bayi yang dilahirkan dari ibu yang reaktif hepatitis B juga tetap dilakukan pemberian vaksinasi yaitu antibodi imunoglobulin B atau hyperhep B.

"Dalam setahun, ada sekitar 30 ibu melahirkan di Yogyakarta yang positif hepatitis B. Anak yang baru dilahirkan langsung diberikan vaksin hyperheb B," katanya.

Editor : Ainun Najib

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel: