penganiayaan (ilustrasi)
Trisna Purwoko

BANTUL, iNews.id - Petugas Reskrim Polsek Sewon, Bantul menangkap HA (29) pelaku penganiayaan terhadap lurah Timbulharjo Anif Arkham Haibar saat melerai keributan. Pelaku merupakan residivis kasus penganiayaan yang mengakibatkan korban tewas pada 2012 silam. 

Kapolsek Sewon Kompol Suyanto mengatakan, kasus penganiayaan ini berawal saat terjadi keributan di Pedukuhan Kowen 1, Timbulharjo pada Sabtu (11/6/2022) tengah malam. Keributan tersebut dipicu permasalahan keluarga antara RNR dan istrinya.

“Awalnya masalah keluarga, tetapi saksi menghubungi rekan-rekannya termasuk pelaku,” kata Suyanto, Jumat (24/6/2022). 

Agar tidak merembet konflik antar kelompok dengan warga, korban yang merupakan lurah Timbulharjo datang dan membubarkan kerumunan. Saat itulah korban sempat mendorong pelaku yang membuatnya emosi dan memukul korban dengan tangan kosong.  

Akibat penganiayaan ini, korban mengalami luka pada muka dan menjalani perawatan medis. Korban mengalami luka pada bagian muka yakni dahi, pelipis, bawah mata, rahang dan hidung. 

“Tidak lama berselang polisi yang sedang patroli datang dan mengamankan HA,” katanya.  

Dari pemeriksaan, pelaku menganiaya korban dalam kondisi sadar. Pelaku emosi karena didorong korban yang bermaksud membubarkan kerumunan.  

“Antara korban dan pelaku saling kenal. Pelaku juga tahu korban lurahnya,” ujarnya. 

Pelaku akan dijerat Pasal 351 KUHP ayat 1 tentang Penganiayaan. Ancaman hukumannya maksimal 2 tahun 8 bulan penjara. Pelaku merupakan residivis yang pernah dipidana selama tujuh tahun.   

Sementara itu tersangka HA mengaku memukul korban secara spontan. Pelaku datang untuk membantu temannya yang terlibat masalah. 

“Hanya spontan saja, saya didorong sehingga emosi,” katanya.


Editor : Kuntadi Kuntadi

BERITA TERKAIT