Kapolresta Sleman AKBP Imam Rifa'i bersama jajarannya menunjukkan barang bukti produksi miras oplosan, Jumat (25/11/2022). (Foto : MPI/erfan Erlin)
erfan erlin

SLEMAN, iNews.id- Polisi mengamankan empat orang tersangka dalam kasus tewasnya JAS (21) warga Sleman usai pesta minuman keras oplosan. Keempat pelaku adalah produsen miras oplosan yang mengakibatkan kematian korban.

Keempat pelaku masing-masing adalah JAS (21), warga Kota Magelang, Jawa Tengah; YDP (21) warga Petamburan, Jakarta Barat; NPWYR (21), warga Tegalrejo, Kota Jogja; IF (21), warga Kapanewon Mlati, Kabupaten Sleman. Korban dan keempat pelaku ternyata masih berstatus mahasiswa.

Kapolresta Sleman AKBP Irfan Rifa'i mengatakan usai mendapat informasi adanya warga Sleman meninggal karena oplosan. Pihaknya langsung melakukan penyelidikan dengan mencari tahu asal mula miras yang dikonsumsi oleh korban dan teman-temannya.

"Dari hasil penanganan yang dilakukan oleh jajarannya, kami mengetahui asal muasal mirasnya,"kata dia, Jumat (25/11/2022).

Irfan mengatakan, autopsi terhadap jenazah konsumen miras oplosan sudah dilakukan dan dipastikan korban meninggal dunia karena mengonsumsi miras tanpa label atau oplosan. Dari informasi yang mereka kumpulkan, ada 10 orang yang mengonsumsi miras oplosan bersama-sama dengan MF.

Usai menenggak miras oplosan tersebut, MF kemudian mengalami efek buruk minuman itu. Selain itu, masih ada tiga orang lainnya yang mendapatkan perawatan di rumah sakit akibat konsumsi miras oplosan itu. "Kami langsung lakukan penyelidikan," ujarnya.

Rifai mengatakan, miras itu dibuat di sebuah indekos beralamat di Pogung Kidul Kalurahan Sinduadi Kapanewon Mlati. Dan kemudian pihaknya mengamankan empat pelaku yang menjadi produsen miras oplosan itu. 

Keempat pelaku masih berstatus mahasiswa. Mereka para produsen miras oplosan yang menewaskan MF itu berasal dari kampus yang berbeda-beda dan sengaja bekerjasama memproduksi miras oplosan tersebut. "Keempatnya ini juga berbagi peran dalam proses produksi miras," kata dia.

Berdasarkan keterangan mereka, para pelaku mulai memproduksi dan menjual miras oplosan selama sebulan belakangan. Mereka menjual miras dengan sistem COD atau bayar saat dikirim.

Mereka memproduksi dan menjual miras oplosan untuk mencari keuntungan ekonomi. Selain menangkap empat tersangka, petugas juga menyita barang bukti antara lain gelas ukur, 5 liter ethanol, sejumlah kardus berisikan minuman keras oplosan siap jual.  "Keterangan mereka itu akan kami dalami," kata dia.

Pemasaran miras oplosam tersebut dilakukan dari mulut ke mulut. Jika konsumen ingin mendapatkannya maka cukup menghubungi mereka dan nantinya barang akan dikirim. Pembeli baru membayar miras tersebut usai menerima barang.

"Jadi miras itu dibeli oleh konsumen dengan mendapat informasi dari mulut ke mulut dan pembelian lewat sambungan telepon," ujarnya.

Pihaknya akan memproses ini sesuai prosedur dan meminta pertanggungjawaban pihak-pihak yang harus bertanggungjawab menyebabkan mahasiswa berinisial MF meninggal dunia, Rabu (23/11/2022).

Menurutnya, secara substansi pidana yang dipersangkakan, memang harus bertanggungjawab. Seluruh tim di Polresta Sleman, baik itu Sat Reskrim, Intelijen, Sat Narkoba terus berperan aktif untuk memastikan dan menangani kasus ini. 
 
Dihadapan polisi, JAS (21) mengatakan dia bersama dengan tiga temannya sengaja memproduksi miras oplosan untuk mencari keuntungan. "Itu saya jual perbotol Rp25.000,"kata dia.

Miras tersebut mereka produksi dari ethanol food grade yang dicampur bahan-bahan lain. Sebelumnya miras tersebut aman dikonsumsi karena  sudah riset soal bahan-bahan pembuatan miras ini.

"Awalnya aman tapi karena kesalahan, kelalaian kami, akhirnya menyebabkan ada yang meninggal dunia," kata dia. 


Editor : Ainun Najib

BERITA TERKAIT