Bupati Gunungkidul Sunaryanta menyerahkan bantuan logistik kepada warga terdampak bencana hidrometeorologi. (Foto: istimewa)
erfan erlin

GUNUNGKIDUL, iNews.id - Sejumlah warga Padukuhan Blembem, Kalurahan Candirejo, Kapanewon Semin, Gunungkidul masih bertahan di pengungsian. Mereka terpaksa tetap mengungsi karena takut terjadi longsor susulan.

Sejumlah warga ini masih bertahan di kantor Lurah Candirejo. Mereka masih takut untuk kembali ke rumahnya, karena kondisi cuaca yang belum menentu. Apalagi hujan deras masih mengguyur wilayah ini dalam beberapa hari terakhir. 

“Semoga bantuan ini bisa meringankan beban warga yang terdampak longsor,” kata Bupati Gunungkidul Sunaryanta, saat menyalurkan bantuan, Minggu (27/11/2022). 

Longsoran Bukit Mlembem pada Sabtu (19/11/2022) lalu telah menyapu empat rumah warga. Tiga rumah tertimbun dan mengakibatkan dua warga meninggal. 

Sepekan setelah bencana terjadi, aktivitas warga sudah mulai normal. Bupati mengimbau warga setempat untuk terus meningkatkan kewaspadaannya karena longsor bisa sewaktu-waktu bisa terjadi.

"Kami imbau untuk tetap waspada jika hujan deras dengan intenstias hujan tinggi kembali terjadi,” kata Bupati.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul Purwono mengatakan, bantuan logistik yang diberikan jumlahnya mencapai 450 paket. Selain di Semin bantuan tersebut juga diberikan kepada warga di 2 kapanewon lain yang juga terdampak bencana.

“Nglipar di Klayar, Ngawen di Watusigar dan Semin di Candirejo, penyerahan simbolis langsung diberikan oleh bupati,” paparnya.

Sementara Panewu Ngawen, Sugito mengatakan, diwilayahnya ada 68 Kepala Keluarga (KK) yang terdampak. Selain itu ada 38,8 hektare lahan padi, 2,6 hektar lahan sayuran dan 1,5 hektare tanaman holtikultira yang rusak.

“Semuanya terendam. Lahan pertanian  tertimbun pasir dan sudah kami laporkan juga ke BPBD fasilitas jalan yang terkelupas panjangnya kurang lebih 100 meter,” katanya.


Editor : Kuntadi Kuntadi

BERITA TERKAIT