5 Fakta Kasus Takjil Sate Beracun di Bantul, Dendam yang Salah Sasaran

Trisna Purwoko, Suharjono · Senin, 03 Mei 2021 - 14:56:00 WIB
5 Fakta Kasus Takjil Sate Beracun di Bantul, Dendam yang Salah Sasaran
Nani Aprilliani, pengirim takjil sate beracun, diamankan di Mapolres Bantul. (Foto: Antara)

4. Dendam yang Salah Sasaran

Namun, sate beracun itu malah salah sasaran dan menewaskan anak pengemudi ojek online (ojol), Naba Faiz Prasetya (10), warga Salakan, Bangunharjo, Sewon, Bantul, meninggal, Minggu (25/4/2021). 

Kasus ini berawal saat Bandiman, ayah korban Naba Faiz istirahat di masjid g ada di Jalan Gayam Yogyakarta. Pelaku meminta driver ojol itu mengantarkan paket makanan ke kawasan Kasihan, Bantul kepada Tomy dengan menyertakan nomor handphone. 

Dia berpesan, jika Tomy menanyakan si pengirim paket, maka pengemudi ojol cukup menyebutkan dari Hamid yang tinggal di Pakualaman.

Pelaku mengaku tidak memiliki aplikasi sehingga melakukan order secara offline dan membayar Rp30.000. Namun sampai di alamat yang dituju, Tomy berada di luar kota. San istri menolak menerima paket tersebut karena merasa tidak mengenal si pengirim. Dia lalu menyerahkan paket kepada Bandiman.

Bandiman lalu mengirimkan paket makanan itu pulang. Dia menyantapnya bersama keluarganya saat berbuka puasa. Namun, baru beberapa potong dimakan, anak dan istrinya muntah-muntah hingga tidak sadarkan diri. 
Mereka kemudian dibawa ke rumah sakit. Namun, putra Bandiman, Naba akhirnya meninggal dunia sedangkan istrinya selamat.

5. Diancam Hukuman Mati atau Pidana Seumur Hidup

Atas perbuatannya, tersangka Nani Aprilliani akan dijerat dengan Pasal 340 KUHP  tentang Pembunuhan Berencana subsider 338 KUHP tentang Pembunuhan sub Pasal 80 ayat 3 jo Pasal 76c UU RI No 35 tahun 2014 tentang perubahan UU 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Ancaman hukuman bisa berupa hukuman mati atau pidana seumur hidup.  

Editor : Maria Christina