Ancaman Covid-19 di Kota Yogyakarta Masih Tinggi, Ini Penyebabnya

Antara ยท Selasa, 23 Juni 2020 - 11:02 WIB
Ancaman Covid-19 di Kota Yogyakarta Masih Tinggi, Ini Penyebabnya
Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi saat meninjau Rapid Test di Puskemas Danurejan II, Rabu (17/6/2020). (Foto: Dok Humas Pemkot Yogya)

YOGYAKARTA, iNews.id - Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Yogyakarta mengingatkan ancaman penularan virus corona di kota tersebut masih tinggi. Hal ini melihat, mobilitas warga Yogyakarta keluar kota masih tinggi.

Ketua Harian Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Yogyakarta Heroe Poerwadi mengatakan, perkembangan kasus di Yogyakarta cenderung landai dan lebih banyak berasal dari kontak luar daerah. Heroe tak ingin kecolongan dengan kasus baru Covid-19.

“Jika dilihat dalam periode sepekan, maka pasien yang dirawat di rumah sakit di Yogyakarta berada di bawah angka 10 orang. Tetapi potensi penularan masih ada. Ini yang perlu diingat,” katanya, Selasa (23/6/2020).

Menurutnya, potensi penularan yang cukup tinggi terjadi karena masih banyak orang yang sedang bepergian ke luar daerah. Mereka kemudian kembali ke Yogyakarta.

“Mobilitas warga di Yogyakarta cukup tinggi sehingga ancaman akan terus ada,” katanya.

Hingga Senin (22/6/2020), jumlah kasus positif Covid-19 di Yogyakarta tercatat sebanyak 10 pasien yang masih dirawat. Delapan di antaranya memiliki riwayat kontak luar kota yaitu dari Jakarta, Bandung, Surabaya, Solo, Madura dan Sukabumi. Sedangkan dua lainnya belum diketahui secara pasti riwayat penularannya.

Selain itu, rapid test yang dilakukan belum cukup banyak, baru mencapai 4.200 warga dengan hasil reaktif yang kecil. Kemudian baru sekitar 300 sampel uji usap (swab).

“Yang baik adalah jika hasil rapid test reaktif tetapi uji usap negatif sehingga masyarakat sudah memiliki kekebalan selama beberapa waktu ke depan,” katanya.


Editor : Nani Suherni