Cegah Covid Omicron, Begini Aturan Baru Perjalanan Internasional

Carlos Roy Fajarta ยท Senin, 29 November 2021 - 08:45:00 WIB
 Cegah Covid Omicron, Begini Aturan Baru Perjalanan Internasional
Untuk mencegah penyebaran virus Covid Omicron, Satgas Penanganan Covid-19 mengeluarkan SE No 23 Tahun 2021. Dalam SE itu salah satunya melarang pelancong dari delapan negara Afrika untuk masuk wilayah Indonesia. (Foto: MPI/Cahya Sumirat)

JAKARTA, iNews.id - Untuk mencegah penyebaran virus Covid-19 varian Omicron, Satgas Penanganan Covid-19 mengeluarkan Surat Edaran No 23 Tahun 2021 tentang Protokol Kesehatan Perjalanan Internasional Pada Masa Pandemi Covid-19.

Surat Edaran ini ditandatangani oleh Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Suharyanto dad mulai  berlaku efektif mulai, Senin (29/11/2021) hingga batas waktu yang ditentukan kemudian. 

SE ini usai ditemukan varian baru SARS-CoV-2 B.1.1.529 atau Omicron telah menyebabkan peningkatan kasus khususnya di benua Afrika bagian Selatan.

Bahkan, Badan Kesehatan Dunia (WHO) dengan para pakarnya sepakat untuk menetapkan varian yang ditemukan di awal November 2021 ini menjadi Variant of Concern.

Berikut aturan baru protokol perjalanan internasional:

1. Pelaku perjalanan internasional yang berstatus Warga Negara Indonesia (WNI) dari luar negeri diizinkan memasuki Indonesia dengan tetap mengikuti protokol kesehatan ketat sebagaimana ditetapkan pemerintah.

2. Menutup sementara masuknya Warga Negara Asing (WNA), baik secara langsung maupun transit di negara asing yang pernah tinggal dan/atau mengunjungi dalam kurun waktu 14 (empat belas) hari dari negara/wilayah dengan kriteria sebagai berikut:
a. Telah mengonfirmasi adanya transmisi komunitas varian baru SARS-CoV2 B.1.1.529: Afrika Selatan, Botswana dan Hong Kong; dan
b. Negara/wilayah yang secara geografis berdekatan dengan negara transmisi komunitas kasus varian baru B.1.1.529 secara signifikan: Angola, Zambia, Zimbabwe, Malawi, Mozambique, Namibia, Eswatini, dan Lesotho.

3. Penutupan sementara masuknya WNA ke wilayah Indonesia, baik secara langsung maupun transit di negara asing dikecualikan bagi pelaku perjalanan yang memenuhi kriteria sebagai berikut:

a. Tidak memiliki riwayat perjalanan dan/atau tinggal dalam kurun waktu 14 (empat belas) hari dari negara/wilayah sebagaimana dimaksud pada angka 2;

b. Sesuai ketentuan dalam Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia No. 34 Tahun 2021 tentang Pemberian Visa dan Izin Tinggal Keimigrasian dalam Masa Penanganan Penyebaran Corona Virus Disease 2019 dan Pemulihan Ekonomi Nasional;

c. Sesuai skema perjanjian (bilateral), seperti Travel Corridor Arrangement (TCA); dan/atau

d. Mendapatkan pertimbangan/izin khusus secara tertulis dari Kementerian/Lembaga.

Editor : Ainun Najib

Halaman : 1 2 3

Bagikan Artikel: