Cegah Klaster Pasar, Sleman Gelar Vaksin Covid-19 Massal Pedagang di Depok

Priyo Setyawan · Sabtu, 08 Mei 2021 - 14:37:00 WIB
 Cegah Klaster Pasar, Sleman Gelar Vaksin Covid-19 Massal Pedagang di Depok
Pedagang Pasar Sambilegi, Maguwoharjo, Depok, Sleman mengikuti vaksin Covid-19 di Pasar Sambilegi, Sabtu (8/5/2021). (Foto : Koran Sindo/priyo setyawan)

SLEMAN, iNews.id-Pemkab Sleman menggelar vaksinasi Covid-19 massal  bagi para pekerja publik di Pasar Sambilegi, Maguwoharjo, Depok, Sleman, Sabtu (8/5/2021). Kegiatan ini untuk mempercepat program vaksinasi sekaligus mencegah penyebaran Covid-19 dan klaster pasar.

Tercatat ada 380 orang yang mengikuti vaksin Covid-19 massal itu. Terdiri dari pedagang pasar, buruh gendong, tukang parkir, pejaga toliet dan tenaga keamanan sebanyak 350 orang serta titipan pegawai perhotelan 30 orang. Untuk vaksinasi ini melibatkan empat tenaga vaksinator dari Puskesmas Depok.

Bupati Sleman Kustini mengatakan, kegiatan vaksinasi tersebut sebagai upaya pemerintah dalam memberikan rasa aman dan nyaman kepada para pedagang dan pembeli saat melakukan transaski jual beli sebab pedagangnya sudah divaksin. Sehingga diharapkan dapat meningkatan pertumbuhan ekonomi di masa pandemi.  

“Untuk itu, meski sudah divaksin, namun para pedagang pasar tetap harus menerapkan dan mematuhi protokol kesehatan,” kata Kustini saat meninjau pelaksaan vaksin Covid-19 massal di Pasar Sambilegi, Maguwoharjo, Depok, Sleman, Sabtu (8/5/2021).

Kustini menjelaskan ini merupakan vaksinasi Covid-19 massal ke dua di pasar tradisional, sebelumnya telah melakuka vaksinasi di Pasar Gentan, Sinduharjo, Ngaglik. 

Tercatat ada 200 orang yang mengikuti vaksin di Pasar Gentan. Nantinya pekerja publik pasar tradisonal di Sleman akan divaksinasi semua.“Untuk pelaksaaan berikutnya setelah lebaran,” katanya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sleman Mae Rusmi Suryaningsih mengatakan di Sleman ada 43 pasar tradisional. Total ada 14 ribu orang pekerja di pasar tradisional. Dari jumlah itu sudah terdaftar 10 ribu orang yang akan mengikuti vaksin.

“Paska vaksin ini diharapkan semakin terbentuk  imumnya, sehingga saat melayani jual beli akan lebih aman,” terangnya.

Editor : Ainun Najib

Halaman : 1 2