Epidemiolog UGM Sebut Pembatalan PPKM Level 3 Kurang Tepat

Antara · Kamis, 09 Desember 2021 - 09:16:00 WIB
Epidemiolog UGM Sebut Pembatalan PPKM Level 3 Kurang Tepat
Masyarakat saat mengikuti vaksinasi Covid-19. Epidemiolog UGM menyebut pembatalan PPKM Level 3 selama libur Natal dan tahun baru kurang tepat. (Foto: Dok Humas Polda DIY).

YOGYAKARTA, iNews.id - Epidemiolog Universitas Gadjah Mada (UGM) Bayu Satria Wirayama menyebut pembatalan PPKM Level 3 selama libur Natal dan tahun baru kurang tepat. Menurutnya Indonesia belum memenuhi target WHO untuk vaksinasi.

Bayu menilai pembatalan PPKM Level 3 kurang tepat dengan alasan kondisi Covid-19 sudah membaik dan vaksinasi di wilayah Jawa dan Bali telah mencapai target.

Menurut dia, Indonesia belum memenuhi target WHO untuk mencapai vaksinasi Covid-19 sebesar 40 persen populasi.

"Saat ini capaian vaksinasi Covid-19 di Tanah Air baru sekitar 37 persen populasi dengan kondisi yang belum merata, misalnya jumlah lansia masih kurang sekali dibandingkan dengan masyarakat umum dan pekerja," ujar dia  Yogyakarta, Rabu (8/12/2021).

Kendati membatalkan PPKM Level 3, Bayu menilai masih ada beberapa kebijakan yg diadopsi untuk memperketat mobilitas masyarakat, salah satunya hanya orang dengan status vaksin lengkap yang boleh bepergian dengan pesawat maupun jalur lainnya ditambah tes antigen 1x24 jam.

"Hal ini sangat bagus untuk membatasi mobilitas mereka yang belum mendapatkan vaksin di mana risikonya lebih tinggi untuk tertular atau menjadi sakit dibandingkan yang sudah mendapatkan vaksin," kata dia.

Selain itu, aturan terkait perjalanan internasional juga diperketat sehingga baik untuk mengurangi kemungkinan terjadinya penularan karena kasus impor.

Meski mobilitas berusaha dibatasi, katanya, jalur darat via kendaraan pribadi masih mempunyai kemungkinan lolos dari pengetatan.

Bayu juga berharap agar pelaksanaan 3T (testing, tracing, treatment) di setiap daerah tetap ditingkatkan.
"Program 3T tetap harus ditingkatkan terutama 'testing' dan 'tracing' diperkuat dengan menambah kapasitas khusus," katanya.

Editor : Ainun Najib

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel: