Gara-Gara Kontak Jenderal China, Panglima Militer AS Terancam Dicopot

Ahmad Islamy Jamil ยท Rabu, 15 September 2021 - 12:24:00 WIB
Gara-Gara Kontak Jenderal China, Panglima Militer AS Terancam Dicopot
Panglima Militer AS, Jenderal Mark Milley. (Foto: JCS)

WASHINGTON DC, iNews.id – Gara-gara menghubungi jenderal China, Panglima militer AS, Jenderal Mark Milley, terancam dicopot. Milley dituding hendak membocorkan rahasia negara.

Sebuah buku mengungkapkan jika sang jenderal secara diam-diam menghubungi petinggi militer China, tahun lalu.

Sebanyak 200 sumber berbeda diwawancarai oleh wartawan Bob Woodward dan Robert Costa dalam buku itu. Buku itu mengupas seputar kekacauan dan transisi kekuasaan antara masa kepresidenan Donald Trump dan Joe Biden. 

Seruan agar Milley segera mundur dari jabatannya pun kian meningkat di Amerika Serikat, belakangan ini.

Buku berjudul “Peril” mengungkapkan bahwa Jenderal Milley menelepon rekannya dari China sebelum Pemilu AS 3 November 2020 digelar. Menurut ulasan buku itu di laman Washington Post, Milley juga menelepon jenderal China bernama Li Zuocheng, beberapa hari setelah kerusuhan 6 Januari lalu di Gedung DPR AS (US Capitol).

Kala itu, Milley dilaporkan mengatakan kepada Li bahwa dia berharap untuk meredakan ketakutan akan serangan AS terhadap China. Kalaupun Trump memerintahkan serangan ke Tiongkok, jenderal top AS itu berjanji akan memberi tahu China sebelumnya.

“Jenderal Li, Anda dan saya sudah saling kenal selama lima tahun. Jika kami (AS) akan menyerang (China), saya akan menelepon Anda sebelumnya. Itu tidak akan mengejutkan,” kata Milley seperti dikutip buku itu.

Wartawan telah memintai komentar Gedung Putih terkait laporan Woodward dan Costa itu. Namun, istana kepresidenan AS itu meminta agar persoalan tersebut ditanya langsung kepada Departemen Pertahanan AS (Pentagon).

Dalam panggilan telepon pada 8 Januari, atau dua hari setelah pendukung Trump menyerbu Gedung US Capitol, Milley dilaporkan berbicara dengan Ketua DPR AS, Nancy Pelosi. Kedua orang itu mengatakan Trump sudah gila karena membiarkan pendukungnya menyerang gedung parlemen.

Editor : Ainun Najib

Halaman : 1 2