Hebat, Robot dari Sepeda Motor Bekas Kreasi Warga Bantul Ini Laris di China hingga Jerman

Ainun Najib ยท Sabtu, 16 Oktober 2021 - 18:59:00 WIB
 Hebat, Robot dari Sepeda Motor Bekas Kreasi Warga Bantul Ini Laris di China hingga Jerman
Robot berbahan baku sepeda motor bekas kreasi warga Bantul ini bisa menembus pasaran China hingga Jerman. (Foto : Istimewa)

BANTUL, iNews.id- Sungguh kreatif apa yang dilakukan warga Bantul ini. Hanya dengan memanfaatkan sepeda motor bekas, dia bisa membuat robot Transformers.

Robot kreasi Eri Sudarmono warga Dusun Kauman, Desa Gilangharjo, Kecamatan Pandak, Bantul ini laris manis di luar negeri. Selama pandemi Covid-19 ini pesanan robot dari China hingga Jerman terus mengalir.

Eri bercerita, membuat robot dari motor bekas ini belum lama, baru dimulai sejak tujuh bulan lalu. Saat itu salah satu konsumen lukisan dari China meminta dibuatkan replika robot Transformer dengan syarat bahan bakunya harus bersih.

"Saya sempat kebingungan menentukan bahan bakunya, namun kemudian memilih sepeda motor bekas beserta onderdil menjadi material utama," kata pemilik ER Studio Art ini kepada wartawan beberapa waktu lalu.
 
Pemilihan bahan baku dari sepeda motor bekas ini lantaran di bengkelnya sepeda motor tua melimpah.

Lulusan ISI Yogyakarta ini awalnya berniat merestorasi motor tua karena memang dirinya hobi mengkoleksi motor tua. "Robot pertama butuh waktu sebulan penuh untuk membuatnya," kata Eri.

Untuk penentuan tokoh Transfromers yang hendak dibuat, sepenuhnya ditentukan oleh pemesannya."Dari robot pertama inilah, pesanan lainnya berdatangan, salah satunya dari Jerman," ujarnya.

Hingga saat ini tercatat sudah pesanan robot yang akan dikerjakan mencapai 10 unit. Dia mengerejakan pesanan ini bersama 12 orang. Untuk membuat satu robot dengan ketinggian 2,5 meter dibutuhkan lima motor bekas sebagai bahan bakunya.

"Bahan baku juga kita dapatkan dari pengepul barang bekas dari Kulonprogo dan Klaten. Untuk setiap unit, kita membelinya Rp500.000-800.000 tergantung kondisi," katanya.
 
Kebanyakan bahan bakunya adalah sepeda motor tua tak terpakai dari produsen Yamaha dan Suzuki. "Merek Honda harganya masih mahal. Jika motornya memiliki surat lengkap, saya simpan untuk direstorasi. Kalau motornya rusak berat dan tak ada suratnya dijadikan robot," kata Eri.

Dalam satu, bulan Eri mengaku baru mampu menyelesaikan 5 hingga 7 unit robot. Harga per unit robot jadi dibanderol antara Rp25 juta hingga Rp60 juta tergantung detail yang diinginkan konsumen. 
 
"Kesulitan dalam membuat replika robot ini adalah menentukan rangka awal. Setelah itu proses pemasangan bahan lainnya tidak mengalami kendala," ujarnya.

Editor : Ainun Najib

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel: