Kasus Covid-19 di Sleman Melonjak, Faskes Darurat Penuh

Priyo Setyawan ยท Jumat, 20 November 2020 - 18:24:00 WIB
Kasus Covid-19 di Sleman Melonjak, Faskes Darurat Penuh
Kasus Covid-19 di Sleman melonjak. Fasilitas kesehatan darurat penuh. (Foto Ilustrasi : Istimewa)

SLEMAN, iNews.id - Penambahan kasus Covid-19 di Sleman dalam beberapa hari ini menjadikan fasilitas kesehatan (faskes) darurat di Asrama Haji DIY dan Rusunawa Gemawang, Sinduadi, Mlati, Sleman penuh. Dua fasilitas kesehatan untuk merawat pasien tanpa gejala dan gejala ringan ini tak mampu lagi menampung pasien baru.

Pemkab Sleman sendiri telah mengeluarkan surat keterangan No 011/9082 tertanggal 20 November 2020 yang menyatakan mulai 20 November 2020-30 November 2020 faskes daruat Covid-19 di Asrama Haji DIY dan Rusunawa Gemawang penuh, sehingga tidak bisa menerima pasien terkonfirmasi pasien Covid-19. Surat itu ditandatangani Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman Joko Hastaryo.

Kepala Dinkes Sleman, Joko Hastaryo mengatakan jumlah ruang faskes darurat Covid-19 di Sleman, sebanyak 212 ruang terdiri dari 138 faskes darurat di Asrama Haji dan 78 di Rusunawa Gemawang.

Dari jumlah itu, di Asrama Haji tiggal 3 ruang dan di Rusunawa Gemawang tingga 1 ruang. Namun untuk fasilitas di dalamya rusak. Dengan kondisi ini dapat dikatakan sudah penuh. Sehingga sudah tidak bisa menampung pasien Covid-19 tanpa gejala dan gejala ringan.

“Padahal sesuai aturan pasien tanpa gejala dan gejala ringan tidak bisa dirawat di rumah sakit rujukan. Sebab biaya untuk perwatan tidak bisa diklaim ke pusat. Sehingga hanya pasien Covid-19 dengan gejala sedang dan berat yang bisa dirawat di rumah sakit rujukan,” kata Joko, Jumat (20/11/2020) sore.

Untuk itu dengan mengeluarkan surat keterangan tersebut, maka rumah sakit nisa merawat pasien Covid-19 tanpa gejala dan gejala ringan. Sebab dengan surat itu, sesuai dengan ketentuan bisa menklaimkan biaya perawatan ke pusat.

Jumlah pasien Covid-19 di Sleman, dari 333 yang aktif, 90% di antaranya tanpa gejala dan gejala ringan, sisanya gejala sedang dan berat.

“Karena itu, hari ini kami berkirim surat ke direktir RS di Sleman, untuk menerima pasien Covid-19, tanpa gejala dan gejala ringan dengan jaminan surat keterangan tersebut,” ujarnya.

Editor : Ainun Najib