Kepala BNPT: Pelaku Bom Bunuh Diri Makassar Belajar Online

Riezky Maulana ยท Selasa, 30 Maret 2021 - 08:35:00 WIB
  Kepala BNPT: Pelaku Bom Bunuh Diri Makassar Belajar Online
Kepala BNPT Komjen Pol Boy Rafli Amar (Foto : Aris Wiyanto/iNews)

JAKARTA, iNews.id - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Boy Rafli Amar menyeut pelaku bom bunuh diri di Makassar belajar merakit  bom secara online. Boy Senin (29/3/2021) sempat meninjau langsung lokasi terjadinya aksi teror bom bunuh diri di Gereja Katedral yang terjadi pada hari Minggu yang lalu.

Setibanya di lokasi, Boy Rafli bertemu dengan sejumlah tokoh agama, tokoh masyarakat, dan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Sulawesi Selatan. 

Kepala BNPT menyusuri satu demi satu area di Gereja Katedral yang masih dilakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang dilakukan oleh tim gabungan.

Dalam kunjungannya, Boy Rafli menyayangkan adanya peristiwa ledakan bom di Gereja Katedral yang dilakukan oleh pasangan suami istri tersebut. Boy menekankan, perilaku ini tidak berperilaku kemanusiaan, dan sangat bertentangan dengan ideologi Indonesia.

"Apa yang terjadi ini bukanlah karakter bangsa kita, jadi pengaruh-pengaruh paham radikal terorisme yang hinggap di generasi milenial. Telah terindentifikasi pelaku merupakan kelahiran tahun 95, dengan inisial L dan istrinya adalah termasuk kalangan milenial yang sudah menjadi ciri khas dari korban propaganda jaringan terorisme," katanya dalam keterangan tertulis, Senin (29/3/2021). 

Boy Rafli menjelaskan, bahaya paham radikalisme dan intoleran saat ini mengincar para generasi muda. Penyebarannya melalui sarana media sosial, dengan konten-konten yang bersifat propaganda. 

"Dari hasil penyelidikan, diketahui pelaku terpapar paham radikalisme, hingga berujung aksi terorisme dengan merakit bom tersebut melalui online training, yang juga dibantu oleh para mentornya yang juga saat ini sudah diamankan oleh kepolisian. Jadi melalui media online, mereka mengembangkan cara pembuatan bahan peledak," katanya.

Editor : Ainun Najib

Halaman : 1 2