Keraton Yogya Tolak Izin Muslim United yang Dihadiri UAS Cs di Masjid Gedhe Kauman

Heru Trijoko ยท Jumat, 04 Oktober 2019 - 19:12 WIB
Keraton Yogya Tolak Izin Muslim United yang Dihadiri UAS Cs di Masjid Gedhe Kauman
Masjid Gedhe Kauman di sisi barat Keraton Yogyakarta rencananya dipakai untuk kegiatan Muslim United oleh FUI. (Foto: iNews.id/Heri Trujoko)

YOGYAKARTA, iNews.id - Keraton Yogyakarta menolak memberikan izin dan peminjaman fasilitas untuk kegiatan Muslim United yang digelar Forum Ukhuwah Islamiyah (FUI) di Masjid Gedhe Kauman.

Acara yang sedianya digelar 11-13 Oktober 2019 itu, rencananya bertempat di Ndalem Pangulon Masjid Gedhe Kauman sebagai area buffet atau prasmanan ustaz dan area VVIP.

Agenda Muslim United ini rencananya mendatangkan beberapa ustaz ternama, seperti Ustaz Abdul Somad (UAS), Hanan Attaki, Adi Hidayat, Bachtiar Nasir, Felix Siauw dan Syeikh Ali Jaber.

Penolakan atas permintaan izin penggunaan Masjid Gedhe Kauman untuk kegiatan Muslim United yang digelar FUI sebenarnya telah tercantum dalam surat resmi Keraton Yogyakarta.

Surat tersebut dikeluarkan oleh Pengageng Kawedanan Hageng Panitropuro, Keraton Yogyakarta, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Condro Kirono yang merupakan putri kedua Sri Sultan Hamengkubuwono (HB) X.

Surat itu berisi tentang penolakan pihak Keraton akan kegiatan tersebut di Masjid Gedhe Kauman beserta halaman Ndalem Pengulon dan Alun-Alun Utara sisi barat.

Raja Keraton Yogyakarta, Sri Sultan HB X mengatakan, Ndalem Pengulon yang berada di kompleks Masjid Gedhe Kauman bukan tempat untuk menyiapkan makanan.

Namun, tempat tinggal pejabat penghulu Keraton yang mengurusi masalah keagamaan di Masjid Gedhe maupun di Keraton Yogyakarta.

Sedangkan pihak panitia Muslim United berencana meminjam Ndalem Pengulon untuk digunakan sebagai area prasmanan pengisi acara dan area tamu VVIP.

"Bukan itu kan tempat menyiapkan makanan. Bagian Pengulon nggak boleh kan fungsinya bukan untuk siapkan makanan,” kata Sultan.

Penghageng Kawedanan Hageng Punakawan Kridhamardawa Kraton Yogyakarta, Kanjeng Pangeran Haryo (KPH) Notonegoro mengatakan, pihak Keraton tidak wajib memberi penjelasan mengenai alasan menolak meminjamkan sejumlah fasilitas milik Keraton.

Karena itu, dia menyarankan panitia acara Muslim United agar mencari alternatif tempat lainnya.

“Kalau nggak diizinkan yang saya tahu memang tidak diizinkan. Kalau alasannya apa saya kurang jelas ya. Sebenarnya kalau secara prinsip kan itu tempatnya Keraton, kemudian mau dipinjam dan Keraton gak mau meminjamkan kan Keraton gak perlu beri alasan apa-apa. Kecuali itu tempat publik,” katanya.


Editor : Kastolani Marzuki