Masjid Gedhe Kauman, Saksi Sejarah dan Pusat Kerajaan Islam di Jawa

Kuntadi ยท Jumat, 10 Mei 2019 - 05:30 WIB
Masjid Gedhe Kauman, Saksi Sejarah dan Pusat Kerajaan Islam di Jawa
Masjid Gedhe Kauman di Kompleks Keraton Yogyakarta merupakan salah satu masjid tertua di Indonesia dan hingga kini masih berdiri kokoh. (Foto: iNews.id/Kuntadi)

YOGYAKARTA, iNews.id – Berkunjung ke Kota Yogyakarta tidak lengkap kalau tidak berwisata ke Keraton Yogyakarta. Salah satu bukti dan peninggalannya berupa Masjid Gedhe Kauman.

Setiap Bulan Ramadan, masjid ini selalu dibanjiri masyarakat untuk melaksanakan salat tarawih dan mengikuti pengajian menjelang buka puasa.

Masjid Gedhe Kauman, merupakan salah satu masjid tertua di Tanah Air. Dari data yang ada, masjid ini dibangun pada 29 Mei 1973 pada masa pemerintahan Sultan Hamengkubuwono (HB) I dan Kiai Fakih Ibrahim Diponingrat yang merupakan penghulu pertama.

Masjid ini menjadi salah satu pusat syiar agama Islam di Keraton Yogyakarta. Lokasinya berada di sisi barat Alun-alun Utara atau hanya beberata ratus meter dari pagelaran Keraton.

Bangunan masjid ini menggunakan arsitek Jawa. Tidak hanya megah bangunan yang ada juga memiliki nilai sejarah. Meski usianya sudah tua, sampai saat ini masjid ini masih dipakai untuk kegiatan peribadatan.  

“Masjid Gedhe ini dibangun sebagai kelengkapan Kerajaan Islam dan syiar,” kata Penghulu Keraton Yogyakarta KRT H Ahmad Muslim Kamaludiningrat, Kamis (9/5/2019).

BACA JUGA:

Unik dan Bergaya Kremlin, Masjid An Nurumi Candisari Sleman Selalu Ramai Jamaah 

Masjid Agung Demak, Simbol Toleransi Beragama dan Akulturasi Islam di Pulau Jawa

Menurutnya, pada awal pembangunan awal, masjid ini memiliki atap bersusun tiga. Bangunan ini menggunakan gaya tradisiona yang dikenal dengan tajuk lambang teplok.

Namun beberapa tahun kemudian bangunan masjid mengalami penambahan berupa serambi yang Al Makhamah Al Kabiroh. “Serambi ini dibangun karena jumlah jamaah yang terus bertambah,” ujarnya.  


Editor : Kastolani Marzuki