Keren, Petani Gunungkidul Pantau Iklim lewat Aplikasi BMKG

Antara ยท Selasa, 03 November 2020 - 23:35:00 WIB
Keren, Petani Gunungkidul Pantau Iklim lewat Aplikasi BMKG
Petani milenial harus mampu membaca dan memahami iklim supaya dapat meningkatkan produktivitas hasil panen dan harga jual hasil panen tinggi. (Foto ANTARA/Sutarmi)

GUNUNGKIDUL, iNews.id - Petani di Gunungkidul mendapat pelatihan tentang cuaca dan iklim dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta lewat sekolah lapang iklim operasional. Dengan pelatihan ini petani tak lagi andalkan ilmu 'titen' untuk memantau cuaca.

Kepala Stasiun Klimatologi (Staklim) BMKG Yogyakarta Reni Kraningtyas di Gunung Kidul, Selasa, mengatakan pada 2020, BMKG Yogyakarta memberikan pendampingan kepada petani soal Sekolah Lapang Iklim Operasional (SLIO) dengan harapan ada peningkatan produktivitas hasil panen setelah pelaksanaan SLIO tersebut.

"Berdasarkan hasil pendampingan, ada tiga kecamatan/kapanewon dengan peningkatan produktivitas hasil panen yang tinggi setelah petani mengikuti SLIO, yakni Kapanewon/Kecamatan Rongkop, Ponjong, dan Gedangsari," kata Reni Kraningtyaas.

Ia mengatakan di Kapanewon Rongkop, ada peningkatan hasil panen terhadap ubi kayu basah yang jadi komoditas di sana. Peningkatannya mencapai 30 persen dibanding tahun lalu. Selanjutnya, di Gedangsari, ada peningkatan sebesar 19 persen untuk panen kacang tanah wose. Terakhir, petani di Ponjong mengalami peningkatan 6,6 persen untuk panen padi gabah kering.

"Peningkatan hasil panen juga diikuti dengan peningkatan pemahaman petani soal iklim, yaitu berkisar antara 20 hingga 35 persen," katanyaa.

Editor : Ainun Najib