Kisah Mantan Danjen Kopassus saat Basmi Perusuh di Konflik Ambon

Sindonews, Sucipto · Jumat, 28 Januari 2022 - 11:27:00 WIB
 Kisah Mantan Danjen Kopassus saat Basmi Perusuh di Konflik Ambon
Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa bersama warga Kampung Mokwam, Distrik Warmare, Kabupaten Manokwari, Papua Barat. (Foto: Istimewa)

Tanggal 22 Januari 2001, pukul 02.00 dini hari Nyoman Cantiasa segera menghadap Panglima Kodam XVI Pattimura Mayor Jenderal M. Yasa untuk melaporkan perkembangan situasi terakhir karena perusuh semakin berani dan brutal. Ketika itu Kodam sedang mendapat bantuan Batalyon Gabungan (Yon Gab) Kopassus - Paskhas - Marinir di bawah pimpinan perwira Kopassus Mayor Ricky Samuel. Kosektor-1 segera mendapat bantuan satu kompi Yon Gab dengan unsur utama Kopassus dibantu Paskhas dan Marinir. 

Sasaran utama Hotel Wijaya II yang menjadi sarang perusuh dan sniper. Batalyon Pemukul Sektor juga diperbantukan untuk mengamankan lingkaran luar hotel yang akan diserbu. Setelah Pangdam memberi lampu hijau untuk menyerang perusuh, pukul 05.00 WIT pasukan langsung bergerak kearah Hotel Wijaya II. Serangan pembukan dilakukan dengan granat kejut dan rentetan tembakan. Dengan cepat pasukan masuk dan menyerbu ruangan demi ruangan. 

Ledakan granat kejut dan rentetan tembakan terdengar dimana - mana. Sungguh pertempuran kota seperti pertempuran Stalinggrad di Uni Soviet semasa perang dunia II. Pada saat bersamaan, patroli Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Ambon berpatroli memblokir laut mencegah kaburnya perusuh atau datangnya bantuan dari laut. Pembersihan hotel berlangsung hingga pukul 07.00. 

Aparat bertekad menangkap mereka hidup - hidup. Beberapa mencoba lari tapi berhasil dikejar disekitar hotel dan banyak juga yang menyerah tanpa syarat. Para perusuh sudah setahun menempati hotel wijaya II itu dan tidak pernah mengira aparat akan berani masuk menyerbu. Banyak dari mereka yang ditangkap ternyata dalam keadaan mabuk dan sisa - sisa pesta ditemukan didalam hotel. 

Tak disangka bahwa disaat masyarakat Ambon dicekam ketakutan, ternyata para perusuh justru berpesta pora. Sebagian dari perusuh yang ditangkap adalah warga sipil, mantan tentara dan polisi yang ditangkap atau desersi. Tim gabungan di lokasi juga menyita revolver, pistol FN 46, Colt 38, serta beragam senapan seperti AK 101, AK 102, Lee Enfield (LE), SKS, MK-1, MK-3, SS-1, M-16, SPR, US Carabine 30mm, Ruger mini, Mauser, senapan dan bom rakitan disertai dokumen berisi catatan serangan dan rencana serangan.

Editor : Ainun Najib

Bagikan Artikel: