Kisah Pencurian HP Milik Keluarga Difabel Viral, Sang Anak Ternyata Juara Panjat Dinding

Kismaya Wibowo · Minggu, 23 Agustus 2020 - 15:30:00 WIB
Kisah Pencurian HP Milik Keluarga Difabel Viral, Sang Anak Ternyata Juara Panjat Dinding
Anggota DPR Subardi memberikan bantuan handphone kepada keluarga difabel yang kemalingan. (Foto: iNews.id: Kismaya Wibowo)

GUNUNGKIDUL, iNews.id – Kisah pencurian handphone milik Ishma Tukha Solekhah (13), anak pasangan tunanetra di Gunungkidul viral di media sosial. Sejumlah donatur memberikan bantuan kepadanya, agar tetap berprestasi.

Ishma Tukha merupakan pelajar kelas VIII MTS Negeri 4 Wonosari. Dia merupakan anak pertama pasangan Slamet (48) dan Turisah (46) yang tinggal di Siyono Wetan, Logandeng, Playen Gunungkidul. Kedua orang tuanya yang mengalami gangguan penglihatan dan bekerja sebagai tukang pijat.

Di balik musibah yang menimpanya, Ishma ternyata memiliki segudang prestasi. Setidaknya dia sudah mengoleksi 17 medali dari berbagai lomba panjat dinding. Tertinggi dia meraaih juara kedua dalam kejuaraan open panjat dinding tingkat nasional.

“Lumayan ada beberapa prestasi untuk membanggakan orang tua,” kata Ishma, Minggu (23/8/20200

Ishma menceritakan, dirinya sudah berlatih sejak duduk di sekolah dasar (SD). Dia tertarik olahraga ini karena memiliki tingkat kesulitan. Namun dengan semangat dan ketekunan, kesulitan ini akan bisa diatas sendiri.

“Sedikit-sedikit bisa bantu orang tua, minimal untuk uang saku sendiri,” katanya.

Ishma tidak menyangka musibah yang dia alami akan viral di media sosial. Dia awalnya memiliki niat tulus menolong dua tamu yang mencari model tata rias. Dia pun menemui temannya agar mau menjadi model dengan dirinya. Namun saat kembali tamu itu sudah pergi dan membawa handphone miliknya.

Anggota DPR asal DIY Subardi mengaku kasihan dengan dengan Ishma. Handphone tersebut menjadi media untuk pembelajaran secara online. Namun ada orang yang tega mencuri, padahal orang tuanya merupakan penyandang disabilitas.

“Semoga handphone yang saya berikan bisa dimanfaatkan untuk belajar,” kata Subardi.

Politisi Partai Nasdem inipun meminta polisi untuk mengusut tuntas kasus ini. Sedangkan kepada Ishma agar memaafkan pelaku yang khilaf.

“Kamu harus tetap fokus belajar, tidak usah memikirkan kejadian yang telah berlalu,” katanya.

Editor : Kuntadi Kuntadi

Bagikan Artikel: