Pemkab Kirimkan Air Bersih untuk Warga Lereng Merapi Terdampak Banjir Lahar Hujan

Antara ยท Sabtu, 04 Desember 2021 - 14:59:00 WIB
 Pemkab Kirimkan Air Bersih untuk Warga Lereng Merapi Terdampak Banjir Lahar Hujan
Pemkab Sleman mengedrop air bersih untuk warga lereng Gunung Merapi yang terdampak putusnya pipa jaringan air bersih akibat diterjang banjir lahar hujan di Sungai Boyong dan Kuning. (Foto : Antara/ HO-Pemkab Sleman)

SLEMAN, iNews.id - Warga di lereng Gunung Merapi yang terdampak putusnya pipa saluran air akibat diterjang banjir lahar hujan di Sungai Boyong dan Sungai Kuning menerima bantuan air bersih. Bantuan ini diberikan oleh Pemkab Sleman. 

Pemkab juga segera memperbaiki jaringan pipa air bersih yang rusak akibat terjangan lahar banjir ini.
"Pemerintah telah mengirimkan bantuan air bersih untuk masyarakat terdampak banjir lahar dingin (banjir lahar hujan, red.). 'Droping' (pengedropan) dilakukan sejak Kamis (2/12)," kata Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo di Sleman, Sabtu (4/12/2021).

Dia menjelaskan bantuan air bersih sudah diturunkan satu tanki air di Dusun Ngipiksari, Desa Hargobinangun, Kecamatan Pakem, sedangkan delapan dusun di Kelurahan Glagaharjo, Kecamatan Cangkringan disediakan tiga tanki dan enam tandon.

"Koordinasi sudah dilakukan dari aparat terkait, jika nanti air kirimannya habis akan langsung disuplai lagi," katanya.

Pemkab Sleman juga mempercepat upaya perbaikan jaringan pipa air di aliran Sungai Boyong dan Sungai Kuning. Perbaikan tersebut menjadi prioritas mengingat aliran tersebut menjadi pasokan air utama masyarakat sekitar.

"Perbaikan pipa jaringan air bersih kita kebut, anggaran sudah ada dan tinggal pengerjaan," katanya.

Hujan deras yang turun di puncak Gunung Merapi pada Rabu (1/12) berdampak putusnya jaringan air bersih di Sungai Boyong dan Sungai Kuning Kecamatan Pakem.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman Makwan mengatakan dampak hujan yang terjadi di puncak Merapi membawa material Merapi ke Sungai Boyong menyebabkan putusnya jaringan air bersih dari mata air Kemaduhan.

Editor : Ainun Najib

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel: