Peneliti UGM Kembangkan Strategi Penyelamatan Gajah Sumatera dari Kepunahan

Kuntadi ยท Rabu, 09 Februari 2022 - 14:38:00 WIB
Peneliti UGM Kembangkan Strategi Penyelamatan Gajah Sumatera dari Kepunahan
Bayi gajah sumatera lahir di Pusat Pelatihan Satwa Khusus Resor Tangkahan, Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) Sumut. (Foto: iNews/Ahmad Ridwan Nasution)

Menurutnya, banyak faktor yang mengakibatkan penurunan populasi Gajah Sumatera semakin tak terkendali. Mulai dari aktivitas pembalakan liar, penyusutan dan fragmentasi habitat, pembunuhan akibat konflik. 

“Pembunuhan karena konflik dan perburuan menjadi ancaman serius yang memengaruhi kelestarian hewan ini. Konflik antara antara manusia dan satwa liar terutama gajah terus meningkat seiring berjalannya waktu,” katanya. 

Pada tahun 2016 ditemukan sekitar 570 penjual online gading gajah yang teridentifikasi dengan penjual aktif di Provinsi Jawa Tengah. Lalu, pada tahun 2019, dari tiga negara Indonesia, Vietnam dan Thailand menunjukan hanya negara Vietnam yang mengalami penurunan jumlah penjualan gading gajah.

Sementara dari sisi internal berkaitan dengan kondisi gajah yang ditangkap dan masuk ke dalam Pusat Latihan Gajah (PLG) yang dalam jangka waktu yang lama akan mempengaruhi keberagaman genetik dan struktur populasi. Hal ini dikarenakan adanya keterbatasan aliran gen dan peningkatan genetic drift serta resiko perkawinan sesama keluarga (inbreeding).  
 
“Langkah-langkah pengelolaan Lembaga Konservasi di masa depan harus dikembangkan untuk mempertahankan keberagaman genetik dan mencegah inbreeding dari populasi Gajah Sumatra yang masih ada,” tegas Ketua Asosiasi Parasitologi Veteriner Indonesia (APARVI) ini.
 
Bentuk ancaman lain yang dapat mengganggu kesehatan gajah adalah penyakit infeksi dan non infeksi seperti pakan, keracunan, lingkungan dan sebagainya. Selain itu, iklim Indonesia sepanjang tahun dengan curah hujan di pulau Sumatra yang relatif tinggi menjadikan habitat yang sangat sesuai bagi pertumbuhan parasit-parasit pada gajah.

Editor : Kuntadi Kuntadi

Bagikan Artikel: