Penendang Sesajen di Lereng Semeru Pernah Kuliah di UIN Yogyakarta, Begini Penjelasan Rektor

Antara · Jumat, 14 Januari 2022 - 19:47:00 WIB
Penendang Sesajen di Lereng Semeru Pernah Kuliah di UIN Yogyakarta, Begini Penjelasan Rektor
Rektor UIN Suka Yogyakarta Prof Al makin memberikan keterangan pers di kampusnya, Jumat (14/1/2022)/. (Foto: antara). Foto

Bangsa Indonesia, kata Al Makin, mengakui keberagaman, kebhinekaan, toleransi, Pancasila, serta UUD 1945. Untuk itulah segala bentuk hujatan harus segera dihentikan.  

“Tolong beri contoh kepada yang bersangkutan, kita adalah bangsa yang pemaaf. Beri pelajaran dengan cara lapangkan dada supaya yang bersangkutan juga belajar bahwa berbeda itu tidak apa-apa,” ujarnya. 

Al Makin mengaku kecewa dengan sikap HF yang menendang sesajen, karena tidak selaras dengan nilai-nilai yang selama ini ditanamkan di UIN Suka Yogyakarta. Apalagi HF pernah mengeyam pendidikan di UIN Suka Yogyakarta yang banyak memiliki tradisi yang kuat dalam menginisiasi dialog antaragama, internalagama, serta kepercayaan.

“Tidak sedikit antroplog dari berbagai negara yang meneliti UIN sebagai kampus peletak dasar toleransi sehingga memengaruhi kerukunan di tanah air,” ujarnya. 
 
Bangsa Indonesia semestinya hidup selaras dan harmonis karena di Indonesia terdapat enam agama yang diakui serta lebih kurang 1.300 macam aliran kepercayaan yang berdampingan. Ia optimistis sikap memaafkan dengan menghentikan hujatan akan menjadi pendidikan dan pelajaran yang luar biasa bagi HF.

"Balas dendam terbaik adalah tidak mengulang perbuatan yang sama," kata Al Makin.

Editor : Kuntadi Kuntadi

Bagikan Artikel: