Penertiban Alat Peraga Kampanye Pilkada Bantul Dituding Diskriminatif

Ainun Najib ยท Jumat, 30 Oktober 2020 - 17:00:00 WIB
Penertiban Alat Peraga Kampanye Pilkada Bantul Dituding Diskriminatif
Pasangan calon Bupati dan calon Wakil Bupati Bantul Abdul Halim Muslih- Joko Purnomo saat menerima audensi Bawaslu. (Foto : istimewa)

BANTUL, iNews.id - Pasangan calon Bupati dan calon Wakil Bupati Bantul Abdul Halim Muslih- Joko Purnomo memprotes penertiban alat peraga kampanye (APK) yang tengah gencar dilakukan. Pasangan nomor urut satu ini menilai tim penertiban diskriminatif.

Calon Wakil Bupati Bantul Joko Purnomo menyebut banyak temuan di lapangan terkait penertiban ini yang merugikan pihaknya. Joko mencontohkan ada beberapa kasus di bekas titik APK yang ditertibkan justru kemudian diisi oleh pasangan lainnya.

"Di bekas titip APK yang ditertibkan, belakangan diisi oleh pasangan lain. Dan ini ternyata tidak ditindak oleh tim penertiban," kata Joko, Jumat (30/10/2020).

Protes Joko ini disampaikan langsung saat menerima audiensi dari Bawaslu Bantul yang dipimpin Ketua Herlina di kantor tim pemenangan Halim-Joko.

Joko menambahkan, pihaknya juga menemukan adanya pelanggaran APK yang terpasang di halaman instansi negara.

"Sebelumnya juga ditemukan baliho yang menampilkan calon petahana yang diindikasikan menggunakan APBD," katanya.

Joko menyebut, berbagai temuan pelanggaran pemasangan APK ini sebenarnya sudah dilaporkan ke tim penertiban namun tidak segera ditanggapi dengan berbagai alasan. Sebagai solusi, mantan Ketua DPRD Bantul ini mengusulkan agar penertiban APK selanjutnya bisa melibatkan tim pemantau dari kedua kubu agar penertiban bisa fair.

"Masalah penertiban APK ini hanya segelintir pelanggaran yang terjadi. Yang paling krusial dan harus ditangani segera oleh Bawaslu adalah politik uang secara terbuka dan mulai masifnya penyebaran hoaks, fitnah di medsos ," kata Abdul Halim Muslih menambahkan.

Editor : Ainun Najib