Rela Pensiun dari Militer, Sunaryanta Siap Bangun Gunungkidul

Suharjono ยท Selasa, 12 Januari 2021 - 08:34:00 WIB
Rela Pensiun dari Militer, Sunaryanta Siap Bangun Gunungkidul
Sunaryanta bersama wakil bupati terpilih Heri Susanto. (Foto : MNC Portal/Suharjon)

GUNUNGKIDUL, iNews.id - Pilkada telah usai. Saat ini tinggal menunggu waktu untuk pelantikan bupati Gunungkidul terpilih Sunaryanta.

Pensiunan TNI AD ini digadang-gadang bisa melakukan perubahan meskipun waktu yang akan dijabat tidak sampai lima tahun. Bahkan ajudan pribadi mantan Menteri Pertahanan Ryamizard Ryachudu ini rela meninggalkan karir militer untuk bertarung di Pilkada Gunungkidul.

Bagi Sunaryanta pilihan itu memang berat. Namun demikian dia memiliki keyakinan dan konsekuensi dengan pilihan yang dijalaninya. 

"Bagi saya ini juga pengabdian. Jadi saya rela keluar dari Militer untuk membangun kampung halaman saya, Gunungkidul," ucap Sunaryanta kepada MNC Portal Indonesia, Selasa (12/1/2021).

Dijelaskannya, selama mengikuti Jenderal Riyamizard dirinya banyak mendapatkan pengalaman dan pengetahuan berbagai hal di berbagai wilayah dan negara lain. Hal inilah yang mendorong hatinya untuk kembali ke kampung halaman dan mengabdikan diri untuk memajukan kabupaten yang terkenal paling miskin di DIY ini. 

"Gunungkidul memiliki semua sumber daya baik alam dan sumber daya manusia, namun belum optimal. Ini yang membuat saya berusaha keras untuk bisa ikut memajukan bersama masyarakat Gunungkidul, jangan sampai selalu memiliki image miskin, kekurangan air, banyak warga gantung diri, ini harus kita ubah bersama," kata pria yang suka dengan budaya dan olahraga ini.

Bagi Sunaryanta, memajukan Gunungkidul bersama masyarakat menjadi kata kunci di kepemimpinannya ke depan. Bagaimanapun kata dia, harus ada terobosan dengan jaringan nasional dan internasional untuk bisa memajukan Gunungkidul. 

Anggaran Kabupaten dalam APBD sangat sulit untuk merubah Gunungkidul maju dalam waktu cepat amin perlu terobosan diluar APBD yang sudah habis untuk belanja pegawai dan peruntukan pembangunan lainnya. 

"Konsep pemberdayaan harus diperkuat. Konsepsi pangan tidak lagi ketahanan pangan namun kedaulatan pangan. Banyak potensi yang bisa kita kembangkan bersama dengan sentuhan teknologi dan juga jaringan pemasaran," kata dia.

Dia sangat yakin, kemampuan masyarakat untuk terlibat dalam pembangunan bisa diandalkan. Tentu saja, kata dia, harus diimbangi dengan pengetahuan, pendampingan hingga pada bagaimana jaringan di regional nasional dan internasional.

"APBD Gunungkidul kecil. Mustahil kita berbicara menaikkan kesejahteraan guru, dokter dan juga masyarakat dengan APBD kecil, makanya terobosan dan kerjasama pihak ketiga dan juga jaringan di nasional harus digenjot. Saya yakin bisa, tinggal bagaimana kemauan dan semangat yang ada," ucap dia.

Editor : Ainun Najib

Halaman : 1 2