Teliti Kanker Payudara, Irianiwati Widodo Dikukuhkan Jadi Guru Besar UGM

Kuntadi · Kamis, 11 Agustus 2022 - 17:24:00 WIB
Teliti Kanker Payudara, Irianiwati Widodo Dikukuhkan Jadi Guru Besar UGM
Dosen FKKMK UGN Prof Irianiwati Widodo dikukuhkan jadi guru besar UGM setelah meneliti kanker payudara. (foto: istimewa)

SLEMAN, iNews.id - Dosen Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FKKMK) Universitas Gadjah Mada Prof Irianiwati Widodo dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam bidang Patologi Anatomi, Kamis (11/8/2022). Pada pidatonya, Irianawati memaparkan materi berjudul Diagnosis Molekuler Patologi Anatomi pada Era Personalized Medicine Kanker Payudara.

Menurutnya, kanker payudara saat ini menjadi penyebab kematian tertinggi kasus kanker pada wanita. Di Indonesia, sebagian besar diagnosis pasien kanker payudara sudah memasuki stadium lanjut, dimana sel kanker berukuran besar dengan kondisi metastasis lanjut sehingga angka kematiannya pun jadi tinggi. 

“Ini disebabkan tingkat kesadaran yang rendah akan kanker payudara, keterbatasan ketersediaan pelayanan medis dan stigma kanker itu sendiri. Oleh karena itu diperlukan diagnosis kanker payudara sejak dini melalui diagnosis molekuler,” katanya.

Dalam penelitiannya, frekuensi kanker payudara subtipe TNBC (Triple Negative Breast Cancer) cukup tinggi, yakni 25 persen dengan usia rata-rata pasien 51,42 tahun dengan ukuran rerata tumor 5,4 Cm dan 70 persen pasien dengan kondisi metastasis limfonodi. 

Sedangkan frekuensi pasien kanker subtipe basal-like sebanyak 67,1 persen dengan usia rata-rata 51 tahun. Adapun tingkat ketahanan hidup 3 tahun pasien kanker payudara subtipe basal-like terbilang rendah yaitu 23,9 bulan dibandingkan nonbasal-like 26,1 bulan.

Pada kanker payudara, kata Irianiwati terjadi berbagai mutasi gen dan protein yang berlebihan yang menyebabkan sel kanker membelah dan tubuh cepat. Dalam era personalized medicine memungkinkan pemberian terapi target untuk memblok pertumbuhan kanker dengan fokus pada gen dan protein tertentu serta mengurangi kerusakan pada sel normal. 

“Terapi target merupakan terapi personal sesuai dengan jenis kanker dan stadiumnya,” ujarnya.

Editor : Kuntadi Kuntadi

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel: