Tembus Rp88.000, Disperindag: Kenaikkan Harga Cabai Siklus Tahunan

Antara · Kamis, 25 Februari 2021 - 08:47:00 WIB
Tembus Rp88.000, Disperindag: Kenaikkan Harga Cabai Siklus Tahunan
Pedagang Pasar Wates Kulonprogo keluhkan kenaikan harga cabai rawit merah dalam dua pekan ini. (foto: istimewa)

YOGYAKARTA, iNews.id - Harga cabai rawit di sejumlah pasar tradisional di Yogyakarta tembus Rp88.000 per kilogram. Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperdindag) DIY menyebutkan tingginya harga ini merupakan siklus tahunan akibat dampak musim hujan.

"Kenaikkan harga cabai rawit ini sebetulnya fenomena tahunan saja, pokoknya bisa diprediksi di bulan Januari, Februari, dan Maret," kata Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Disperindag DIY Yanto Apriyanto di Yogyakarta, Rabu (24/2/2021)/

Dia mengatakan berdasarkan pemantauan harga di tiga pasar tradisional di Kota Yogyakarta yakni di Pasar Beringharjo, Pasar Kranggan, dan Pasar Demangan per 24 Februari, harga cabai rawit merah rata-rata mecapai Rp88.833 per kg dan cabai rawit hijau Rp63.667 per kg.

Sedangkan harga cabai merah keriting masih dijual dengan harga Rp47.333 per kg dan cabai merah besar Rp44.000 per kg.

Menurut Yanto, faktor cuaca sangat memengaruhi harga cabai karena cepat membusuk dalam kondisi basah. Di sisi lain, saat ini masih memasuki musim tanam sehingga persediaan di kalangan pedagang tidak melimpah.

Meski demikian, karena bukan termasuk kebutuhan pokok, menurut Yanto, saat ini belum dalam kondisi mendesak untuk menggelar operasi pasar khusus cabai.

"Biasanya kalau sudah memasuki musim kemarau harga sudah kembali normal. Orang masih bisa makan meski tanpa cabai," kata dia.

Kendati tidak melimpah, pasokan cabai rawit masih bisa dipenuhi petani dari Kulonprogo, Sleman, dan luar daerah seperti Muntilan, Jawa Tengah.

Untuk mengantisipasi lonjakan harga cabai di masa mendatang, menurut Yanto, Disperindag DIY telah mendorong para petani atau pedagang untuk melakukan diversifikasi produk cabai.

Editor : Ainun Najib

Halaman : 1 2