Tepuk Tangan Penonton Diganti Klakson di Jogja Drive in Concert, Tantri Kotak: Keren

Agregasi Harianjogja ยท Senin, 21 September 2020 - 08:52:00 WIB
Tepuk Tangan Penonton Diganti Klakson di Jogja Drive in Concert, Tantri Kotak: Keren
Suasana Jogja Drive in Concert di Sleman City Hall. (Foto: Harian Jogja/Herlambang Jati Kusumo)

Harga tiket yang dipatok cukup terjangkau, terdapat tiga kategori tiket mulai dari Gold, VIP dan VVIP dengan harga kisaran Rp300.000 – Rp700.000 untuk satu mobil dengan dua penumpang. Jika ada tambahan yang ingin ikut menonton disediakan additional tiket mulai Rp150.000-Rp300.000 setiap orangnya. Namun panitia tetap membatasi maksimal dalam satu mobil empat orang didalamnya.

Kategori tiket yang telah disediakan menentukan posisi parkir mobil pada saat memasuki area konser nantinya. Meski begitu penonton tidak perlu khawatir, walaupun di dalam mobil tapi penonton sudah dapat melihat dengan jelas dan mendengar setiap alunan musiknya. Konser sudah difasilitasi layar LED yang cukup besar dan juga teknologi audio output yang menggunakan frekuensi radio.

“Jogja Drive in Concert dapat menjadi percontohan event kreatif di panggung hiburan dalam situasi pandemi yang menerapkan protokol kesehatan,” kata Public Relations Sleman City Hall, Tika Sari, Sabtu (19/9/2020).

Sekitar pukul 18.30 WIB penonton dengan kendaraannya mulai berdatangan. Upaya penerapan protokol dilakukan sejak awal. Sebelum memasuki area konser, mobil dilakukan penyemprotan desinfektan oleh dua orang petugas yang telah berjaga. Mulai dari depan hingga belakang mobil dilakukan penyemprotan.

Layaknya datang ke sebuah konser musik, pengecekan tiket penonton dilakukan. Setelah selesai penyemprotan desinfektan tersebut, pengecekan tiket dilakukan. Sebagai upaya pencegahan Covid-19 dengan penerapan touchless, pembelian tiket juga telah dilakukan sebelum penonton dating dengan sistem daring. Tidak perlu turun mobil, penonton menunjukan tiket di telepon genggam mereka pada petugas. Setelah itu petugas memberikan tanda pada mobil dengan kertas yang bertuliskan tiket yang dipegang penonton, untuk disesuaikan lokasi mereka menonton.

Saat pengecekan tiket, tidak lupa petugas memastikan penonton menggunakan masker, serta dilakukan pengecekan suhu tubuh. Hal tersebut menjadi kewajiban untuk penonton. Pengunjung yang tidak menggunakan masker atau memiliki suhu badan lebih dari 37,3°C tidak diperbolehkan masuk ke area konser.

Tidak butuh waktu lama, sesaat sebelum konser dimulai puluhan mobil telah memenuhi lokasi konser yang berkapasitas hingga 150 mobil. Tanda cat putih di lantai telah diberikan untuk memberikan tanda lokasi menonton. Petugas yang berjaga membantu memarkirkan mobil untuk menikmati konser. Lokasi telah diatur sedemikian rupa, sehingga tetap memperhatikan jaga jarak dan keluar masuk mobil tidak menimbulkan kemacetan atau ketidaknyamanan lainnya.

Saat konser berlangsung penonton harus tetap berada didalam mobil sehingga physical distancing tetap terjaga. Bila ada urgensi yang mengharuskan penonton turun mobil seperti ke kamar kecil, penonton cukup menghidupkan lampu hazard mobil sebagai tanda untuk mendapatkan arahan dari petugas.

“Upaya mengobati kerinduan masyarakat akan hiburan musik memang kami tahu banget harus taat protokol. Jadi itu yang utama juga, selama ini Sleman City Hall juga telah mengambil peran untuk mencegah penyebaran Covid-19, seperti menjadi pelopor implementasi foot pedal lift pertama di Indonesia,” ucap Tika.

Interaksi penampil dan penonton tidak kalah dengan konser yang diadakan sebelum Covid-19. Sejak band pembuka kedekatan penampil dan penonton sangat terasa. Sesekali saat tampil mereka menyapa penonton, sapaan disambut dengan penonton memainkan lampu mobilnya atau klakson sebagai tanda pengganti tepuk tangan.

Beberapa penonton menikmati alunan musik dari radio, beberapa lainnya membuka sedikit kaca mobil atau membuka sunroof mereka, untuk menikmati setiap dentuman musik. Para penonton juga nampak ikut bernyanyi di dalam mobil mereka.

Editor : Nani Suherni

Halaman : 1 2 3