Untuk Pastikan Keselamatan, Organda Tegaskan Uji KIR Armada Bus 6 Bulan Sekali

Antara · Senin, 07 Februari 2022 - 20:09:00 WIB
 Untuk Pastikan Keselamatan, Organda Tegaskan Uji KIR Armada Bus 6 Bulan Sekali
Bus pariwisata Gandos Abadi hancur setelah menabrak tebing di Bukit Bego, Kabupaten Bantul. Organda menegaskan untuk aspek keselamatan Uji KIR harus dilakukan 6 secara rutin. (Foto : Antara)

YOGYAKARTA, iNews.id - Organda DIY menegaskan pentingnya seluruh perusahaan otobus untuk rutin melakukan uji kelaikan kendaraan atau KIR. Langkah ini merupakan salah satu upaya yang bisa ditempuh untuk keselamatan perjalanan.

Seperti diketahui, kecelakaan maut terjadi di Bukit Bego, di Jalan Imogiri-Dlingo Bantul. Bus pariwisata dengan Nomor Polisi AD 1507 EH mengalami kecelakaan tunggal. Dugaan awal kecelakaan ini akibat pengereman tidak berfungsi alias rem blong.

"Masa uji KIR adalah enam bulan sekali. Dari pengujian tersebut akan diketahui apakah kendaraan atau bus dalam kondisi yang baik dan layak untuk dioperasionalkan atau tidak," kata Ketua DPD Organda DIY Hantoro di Yogyakarta, Senin (7/2/2022).

Menurut dia, uji KIR dilakukan sangat detail sehingga kerusakan kecil sekalipun akan membuat kendaraan tidak lolos uji sehingga perlu dilakukan perbaikan terlebih dulu baru menjalani pengujian ulang.

"Misalnya, saat uji KIR diketahui ada satu lampu yang mati, maka dipastikan tidak lolos uji. Kerusakan harus diperbaiki dulu baru diuji lagi," katanya.

Ia pun memastikan, hampir 90 persen perusahaan otobus yang bernaung di Organda DIY memiliki kesadaran untuk selalu melakukan uji KIR tepat waktu dan rutin.

Saat ini, di Organda DIY terdapat 48 perusahaan otobus yang melayani pariwisata dengan sebanyak 817 armada bus yang dioperasionalkan.

Dia pun mencontohkan, di perusahaan yang dipimpinnya sudah dilengkapi dengan semacam alarm atau pengingat untuk melakukan uji KIR dari setiap armada bus yang dimiliki.

"Nanti, ada alarm yang berbunyi untuk uji KIR. Biasanya kurang dari lima hari sebelum uji KIR habis. Begitu pula dengan STNK. Ada alamrnya juga," katanya.

Editor : Ainun Najib

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel: