Yang Ingin Pisahkan TNI dengan Rakyat Layak Dapat Kartu Merah

Ainun Najib ยท Jumat, 15 Oktober 2021 - 01:31:00 WIB
 Yang Ingin Pisahkan TNI dengan Rakyat Layak Dapat Kartu Merah
Pemuda Panca Marga DIY mengkritisi pernyataan Gubernur Lemhanas soal TNI bukan milik rakyat. (Foto : Ist)

BANTUL, iNews.id - Pernyataan Gubernur Lemhanas Letjen (Purn) Agus Widjojo yang menyebut TNI bukan milik rakyat mendapat reaksi dari para putra-putri veteran. Pernyataan yang sempat viral ini dinilai menciderai manunggalnya TNI dengan rakyat.

"Kami merasa Letjen Agus sudah sepatutnya dikartu merah di-litsus ulang," kata Ketua Dewan Paripurna Pemuda Panca Marga (PPM) Mada DIY Gandung Pardiman, saat Rapat Silaturahmi Mada PPM DIY di Grha GPC di Miogiri Bantul, Kamis (14/10/2021). Pemuda Panca Marga adalah wadah berhimpunnya bagi para putra-putri veteran dan pejuang. 

Gandung menyebut, sebagai anak pejuang PPM merasa terusik dengan pernyataan kontroversial tersebut. "Kami sebagai jajaran anak pejuang veteran RI sangat terusik jiwa raga atas ucapan seorang jenderal yang jelas menyimpang dari Sapta Marga dan Sumpah Prajurit serta mencederai makna manunggalnya TNI dengan rakyat serta makna TNI masuk desa," ujar Gandung.

Gandung mengingatkan agar para pejabat dan tokoh nasional hati - hati dan tidak menyakiti hati rakyat dalam menyampaikan pernyataan agar tidak menimbulkan kegaduhan apalagi saatini seemua pihak sedang fokus memerangi pandemi Covid-19. " Para pejabat dan tokoh nasional hendaknya bisa menjaga ucapannya agar tidak membuat gaduh, ujarnya.

Gandung Pardiman juga meningatkan pesan Panglima Besar Jenderal Sudirman bahwa TNI milik Rakyat dan kekuatan TNI ada di rakyat. "Panglima Jenderal Sudirman berkata tentara tidak boleh menjadi alat suatu golongan atau orang siapa pun juga," ujarnya.

"Hubungan TNI dengan rakyat itu ibarat ikan dan air. Tatkala rakyat sebagai ikan maka TNI sebagai airnya. Demikian pula sebaliknya tatkala TNI sebagai ikan maka rakyat sebagai airnya. Kedua-duanya tidak dapat dipisahkan. TNI jelas milik rakyat itu harga mati," kata Gandung.

Sementara itu Ketua PPM Kabupaten Bantul, Agus Subagyo menyebut pernyataan bahwa TNI bukan milik rakyat adalah sesat pikir dan melupakan sejarah.  "Ini seperti habis menis sepah dibuang. Dulu berjuang merebut kemerdekaan bersama rakyat, sekarang setelah merdeka kok mau ditinggalkan. Pernyataan ini juga dinilai memecah belah bangsa," ujarnya.

Editor : Ainun Najib

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel: