Alih Fungsi Lahan Pertanian di Gunungkidul Capai 7.766 Hektare

Antara · Selasa, 07 Desember 2021 - 19:47:00 WIB
 Alih Fungsi Lahan Pertanian di Gunungkidul Capai 7.766 Hektare
Petani sedang memanen padi. (Foto: istimewa)

GUNUNGKIDUL, iNews.id – Lahan pertanian produktif di Kabupaten Gunungkidul mengalami penyusutan hingga 7.766 hektare. Hal ini ini terjadi karena alih fungsi lahan dan dampak pembangunan jalur jalan lintas selatan (JJLS).

Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Gunung Kidul Adinoto di Gunungkidul mengatakan lahan pertanian abadi di Gunungkidul sebelumnya tercatat seluas 30.000 hektare, namun kini menyusut menjadi 22.234 hektare. Sebelumnya telah ditentukan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) 2021 ini seluas 30.000 hektare, dengan rincian lahan inti 21.576 hektare, dan lahan cadangan 657,92 hektare.

“Penurunan ini akibat pembangunan JJLS, kawasan industri smein, buffer jalan dan ada lahan yang dikeluarkan dari LP3B karena masyk lahan kehutanan,” katanya.  

Menurutnya, alih fungsi lahan ini tidak hanya terjadi di Gunungkidul. Bahkan diu kabupaten/kota lain di DIY jauh lebih tinggi angkanya. LP2B Gunungkidul masih yang tertinggi di wilayah DIY.  

"Kalau bicara persentase itu, tidak sampai satu persen alih fungsi lahan di Gunungkidul," katanya.

Adinoto juga melihat banyak alih fungsi lahan di luar lahan abadi. Mulai dari kawasan terminal di Kapanewon Semin, hingga pembangunan hotel di Logandeng. 

“Kami sedang lakukan kajian agar nanti dibuat Sk oleh bupati, agar lahan itu bisa abadi,” katanya.

Editor : Kuntadi Kuntadi

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel: