Asal-Usul Sungai Gajah Wong, Cerita Rakyat Yogyakarta

Yohanes Demo ยท Rabu, 21 September 2022 - 11:05:00 WIB
Asal-Usul Sungai Gajah Wong, Cerita Rakyat Yogyakarta
Sungai Gajah Wong di Yogyakarta menyimpan cerita yang menarik. (foto: istimewa)

YOGYAKARTA, iNews.id - Kota Yogyakarta dilintasi Sungai Gajah Wong yang mengalir dari Gunung Merapi sampai di Laut Selatan. Sungai atau kali ini tidak begitu besar namun namanya cukup unik yang menarik untk disimak Asal Usul Sungai Gajah Wong Cerita Yogyakarta.

Melansir dari laman resmi Kemendikbud dan berbagai sumber lainnya, Sungai Gajah Wong merupakan ekosistem aquatik yang keberadaannya sangat dipengaruhi oleh aktivitas masyarakat sekitarnya. Pemanfaatan aliran sungai Gajah Wong dikategorikan ke dalam golongan B, yaitu sebagai sumber air minum yang harus diolah terlebih dahulu.

Pada masa kejayaan kerajaan Mataram, yang dipimpin Sultan Agung, hidup seorang abdi dalem kerajaan bernama Ki Sapa Wira. Dia merupakan serati (pawang) gajah yang cukup mumpuni yang bertugas memberi makan dan memandikan gajah milik Sultan setiap hari.

Gajah itu diberi nama Kyai Dwipangga, yang berasal dari negeri Siam (Thailand). Gajah ini sangat penurut dan diperlakukan seperti anak oleh Ki Sapa Wira.

Pada suatu hari, Ki Sapa Wira mengalami sakit pada lengannya lantaran tumbuh bisul besar di bawah ketiak. Sakitnya sungguh tidak tertahankan sampai membuatnya panas demam. Karena sakitnya itu, dia tidak bisa melaksanakan tugasnya memberi makan dan memandikan gajah milik raja. 

Ki Sapa Wira kemudian meminta bantuan adik iparnya, Ki Kerti Pejok untuk menggantikan memandikan gajah raja. Permintaan itu dilaksanakan dengan senang hati. Namun sebelum menjalankan tugasnya, adiknya minta petunjuk untuk mengurus gajah. Dia takut gajah akan marang dan menyerangnya  

"Sangat mudah Kerti, biasanya kalau gajah itu mulai gelisah aku akan menepuk-nepuk pantatnya. Setelah itu aku tarik ekornya. Nanti gajah akan kembali tenang dan akan berendam sendiri. Kau tinggal memandikannya," jelas Ki Sapa Wira.

Editor : Kuntadi Kuntadi

Halaman : 1 2 3

Bagikan Artikel: