Gara-Gara Kemarau Basah, Harga Tembakau Anjlok hanya Rp19.000 per Kilogram

Ainun Najib ยท Rabu, 29 September 2021 - 19:00:00 WIB
 Gara-Gara Kemarau Basah, Harga Tembakau Anjlok hanya Rp19.000 per Kilogram
Sejumlah pengurus Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) saat memberikan keterangan kepada wartawan. (Foto : Ist)

SLEMAN, iNews.id- Cuaca yang tak menentu membuat petani tembakau kelimpungan. Saat ini harga tembakau anjlok. Selain cuaca, kondisi ini diperparah dengan kebijakan yang dianggap tak berpihak kepada petani.

Ketua DPD Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) DIY, Djuwari mengatakan saat ini harga tembakau dengan kualitas grade A (terjelek) dihargai Rp19. 000. Kemudian grade B Rp25.000 dan grade C di harga Rp47.000.

“Harusnya untuk grade C paling tidak laku di atas Rp70.000 perkilo. Bahkan, tembakau dengan grade F atau paling bagus, pernah mencatat rekor dengan harga di atas Rp250.000 perkilo. Kondisi ini hampir sama dengan 2017 silam yang mana tembakau grad A hanya laku Rp17.000 ,” kata Djuwari, kepada wartawan usai Munas IV APTI di Yogyakarta, 28-29 September 2021. 

Djuwari mengatakan, meski Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) sudah mengingatkan soal  kemarau basah atau oleh masyarakat dikenal sebagai “salah mongso”  ini, mereka tidak menduga harga jual tembakau akan anjlok.

“Harga jual tembakau saat ini sangat jauh di bawah perkiran kami. Harapan kami masih bisa untung, namun kali ini para petani bukan untung, tapi merugi,” katanya.

Keluhan yang sama juga disampaikan oleh petani tambakau dari luar DIY. Tercatat sejumlah provinsi yang memiliki area tanam tembakau selain DIY ada Jateng, Jatim, Lampung, Jawa Barat, Sumatera Barat, Sumatera Utara, NTB dan Bali.

Hal yang sama juga diungkapan Siamin, petani tembakau dari Temanggung. Tahun ini harga tembakau di lereng Sindoro dan Sumbing juga jatuh. Padahal daun tembakau dari Temanggung kulitasnya sangat bagus. Tembakau dengan kualitas terbaik yang dipetik saat ini hanya laku dengan harga Rp45.000 per kilo. 

“Padahal menanam tembakau mencapai Rp40 juta per hektar. Satu hektar rata-rata panen satu ton,” ujarnya.

Editor : Ainun Najib

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel: